
Penyaluran air bersih di Karangtengah oleh Partai Gerindra. Dok Gerindra
Harianjogja.com, BANTUL— Krisis air bersih kembali dirasakan warga Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, saat musim kemarau. Kondisi tersebut mendapat respons dari DPD Partai Gerindra DIY bersama DPC Partai Gerindra Bantul melalui penyaluran enam tangki air bersih bagi masyarakat.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga ketika ketersediaan sumber air mulai menurun. Karangtengah selama ini termasuk wilayah yang rutin menghadapi keterbatasan air bersih setiap kali musim kemarau tiba.
Penyaluran bantuan turut dihadiri Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta selaku Perwakilan DPC Partai Gerindra Bantul, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bantul beserta jajaran anggota Fraksi Gerindra DPRD Bantul.
Kekeringan Karangtengah Terjadi Setiap Tahun
Aris mengatakan persoalan kekeringan yang dihadapi warga Karangtengah bukan merupakan kejadian baru. Kondisi tersebut berulang setiap tahun sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang lebih dari sekadar bantuan saat kondisi darurat.
“Kekeringan yang terjadi di Karangtengah setiap tahun ini menjadi perhatian serius bagi kami. Bantuan air bersih ini adalah bentuk kehadiran Gerindra di tengah masyarakat, sekaligus wujud kepedulian nyata terhadap warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, meski kami menyadari perlu ada solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di wilayah ini,” ujarnya, Selasa (11/8).
Enam tangki air bersih tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air mengalami keterbatasan. Namun, distribusi air dinilai belum menjadi jawaban untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terus berulang.
Butuh Solusi Jangka Panjang
Menurut Aris, karakteristik geografis Karangtengah membuat penanganan kekeringan membutuhkan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, bantuan air bersih perlu diikuti langkah yang dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air setiap musim kemarau.
"Di sini itu butuh penanganan berkelanjutan karena faktor geografis, jadi bukan penanganan sekali atau dua kali, tapi berkelanjutan. Distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam kondisi darurat, tetapi penyediaan solusi jangka panjang," katanya.
Persoalan tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, partai politik, legislatif, dan masyarakat diharapkan dapat membangun sinergi bukan hanya ketika penyaluran bantuan berlangsung, tetapi juga dalam mencari solusi permanen.
"Karangtengah menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak musim kemarau secara berulang. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan kekeringan dinilai menjadi bagian penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," katanya.
Bantuan enam tangki air bersih tersebut sekaligus menjadi respons jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan warga. Di sisi lain, kondisi kekeringan yang kembali terjadi menunjukkan perlunya perhatian bersama terhadap upaya penanganan yang lebih berkelanjutan di wilayah rawan kekeringan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1
















































