Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Penting Dilakukan

9 hours ago 4

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF — Memasuki usia 50 tahun bukan hanya soal menjaga pola makan dan tetap aktif bergerak. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan vaksinasi juga menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan serta mendeteksi penyakit sejak dini.

Sejumlah pemeriksaan bahkan sudah direkomendasikan mulai usia 45 tahun. Namun, masih banyak orang yang belum menjalani pemeriksaan dan vaksinasi sesuai jadwal.

Salah satu contohnya adalah pemeriksaan kanker usus besar. Sekitar satu dari tiga orang berusia 50 hingga 75 tahun disebut belum menjalani skrining sesuai jadwal. Sementara itu, sekitar 30 persen orang berusia di atas 65 tahun tidak mendapatkan vaksin flu setiap tahun dan sebagian besar lainnya belum mendapatkan vaksin herpes zoster yang direkomendasikan.

Berikut sejumlah vaksin dan pemeriksaan yang penting diperhatikan setelah memasuki usia 50 tahun.

Vaksin Herpes Zoster

Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas direkomendasikan mendapatkan dua dosis vaksin Shingrix untuk mencegah herpes zoster atau cacar ular.

Pemberian dua dosis dilakukan dengan jarak sekitar dua hingga enam bulan. Vaksin ini dinilai lebih efektif dibandingkan vaksin zoster generasi sebelumnya, Zostavax.

Namun, kebutuhan vaksinasi dapat berbeda pada setiap orang. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan jenis dan jadwal vaksin yang sesuai.

Vaksin Influenza

Lansia juga dianjurkan mendapatkan vaksin influenza setiap tahun. Kelompok usia lanjut termasuk yang paling berisiko mengalami komplikasi serius akibat flu.

Bagi orang berusia 65 tahun ke atas, dokter dapat mempertimbangkan vaksin influenza yang diformulasikan khusus untuk memberikan perlindungan lebih optimal pada kelompok usia tersebut.

Vaksin Pneumokokus

Pertambahan usia dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang disebabkan bakteri pneumokokus, termasuk pneumonia, infeksi aliran darah, dan meningitis.

Terdapat beberapa jenis vaksin pneumokokus yang tersedia, sehingga pilihan vaksin dapat berbeda berdasarkan usia, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan seseorang.

Karena itu, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas maupun mereka yang memiliki faktor risiko tertentu disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin pneumokokus yang sesuai.

Vaksin Tetanus, Difteri dan Pertusis

Orang yang belum pernah mendapatkan vaksin Tdap saat remaja atau dewasa disarankan membicarakannya dengan dokter.

Sementara bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin tetapi telah berlalu setidaknya satu dekade, vaksin penguat untuk tetanus dan difteri dapat diperlukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Skrining Kanker Usus Besar

Pemeriksaan kanker usus besar umumnya mulai direkomendasikan sejak usia 45 tahun bagi orang dengan risiko rata-rata.

Terdapat beberapa metode pemeriksaan, termasuk pemeriksaan yang dapat mendeteksi kanker sekaligus polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker, serta pemeriksaan yang secara khusus mendeteksi kanker.

Kolonoskopi merupakan salah satu metode yang memungkinkan dokter menemukan sekaligus mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker.

Orang yang memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker usus besar mungkin perlu menjalani pemeriksaan lebih awal atau lebih sering.

Pemeriksaan Diabetes

Skrining diabetes tipe 2 juga perlu mulai diperhatikan sejak usia 45 tahun dan dapat dilakukan secara berkala, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain:

  • A1C, untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
  • Gula darah puasa, yang dilakukan setelah tidak mengonsumsi makanan atau minuman selain air selama sedikitnya delapan jam.
  • Tes toleransi glukosa oral, dengan mengukur kadar gula darah sebelum dan setelah mengonsumsi larutan manis tertentu.

Orang dengan berat badan berlebih atau memiliki faktor risiko diabetes dapat membutuhkan pemeriksaan lebih dini atau lebih sering.

Kepadatan Tulang

Seiring bertambahnya usia, tulang dapat menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan DXA scan, terutama bagi orang yang memiliki risiko osteoporosis.

Pemeriksaan ini umumnya penting bagi perempuan berusia 65 tahun ke atas. Perempuan yang lebih muda maupun laki-laki juga dapat membutuhkannya jika memiliki faktor risiko, seperti berat badan rendah, kebiasaan merokok, pernah mengalami patah tulang, menggunakan obat steroid dalam jangka panjang, atau memiliki konsumsi alkohol tinggi.

Pemeriksaan Mata

Kesehatan mata juga perlu mendapatkan perhatian. Setelah usia 50 tahun, pemeriksaan mata secara menyeluruh dapat dilakukan secara berkala setiap beberapa tahun.

Frekuensinya dapat menjadi lebih sering setelah usia 55 tahun, terutama jika terdapat gangguan penglihatan atau kondisi seperti diabetes.

Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi semakin umum seiring bertambahnya usia. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan.

Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau memiliki hasil tekanan darah yang meningkat mungkin memerlukan pemantauan lebih sering dan rencana penanganan khusus dari dokter.

Kolesterol

Pemeriksaan darah juga dapat digunakan untuk mengetahui kadar kolesterol total, termasuk HDL atau kolesterol baik dan LDL atau kolesterol jahat.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak di pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Jika kadar kolesterol tinggi, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan yang lebih sering serta perubahan pola hidup atau pengobatan sesuai kondisi pasien.

Jangan Menunggu Sakit

Memasuki usia 50 tahun bukan berarti seseorang harus menjalani semua pemeriksaan sekaligus. Kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga vaksinasi yang pernah diterima.

Karena itu, pemeriksaan rutin bersama tenaga kesehatan dapat membantu menentukan skrining dan vaksinasi mana yang benar-benar diperlukan serta kapan waktu terbaik untuk melakukannya.

Dengan pemeriksaan yang teratur, berbagai penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news