MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Rakyat Ikut Terdongkrak

2 hours ago 2

MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Rakyat Ikut Terdongkrak

Suasana kegiatan sosialisasi modul untuk pelaksanaan program MBG yang dilaksanakan BGN di Sentani, Kamis (21/5/2026) (ANTARA/Ardiles Leloltery)

Harianjogja.com, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan dampak besar tidak hanya pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga pada sektor ketenagakerjaan dan ekonomi nasional. Hingga Mei 2026, program unggulan pemerintah ini tercatat telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Data terbaru yang dirilis Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa jutaan pekerja tersebut tersebar di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program di berbagai daerah.

Dalam keterangan resmi pemerintah, capaian ini sejalan dengan pernyataan Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan bahwa program MBG menjadi salah satu motor penggerak ekonomi rakyat.

"Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani, peternak, dan nelayan kita," ujar Presiden Prabowo.

Program MBG sendiri menyasar 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri. Besarnya cakupan ini membuat kebutuhan produksi makanan bergizi meningkat tajam, sekaligus membuka peluang kerja dalam skala besar.

Namun, dampak MBG tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Program ini juga menciptakan efek berantai pada sektor ekonomi lokal, terutama melalui keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok pangan.

BGN mencatat terdapat 142.387 pemasok yang terlibat aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 1.410 BUMDes, serta 157 BUMDesma. Sisanya berasal dari berbagai penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.

Keterlibatan sektor UMKM dan ekonomi desa ini memperkuat perputaran ekonomi dari hulu hingga hilir. Permintaan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi di daerah.

Sebagai ilustrasi, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi sekitar 3.000 porsi makanan. Selain itu, kebutuhan protein juga tinggi, dengan estimasi 2.800 ekor ayam per bulan untuk satu dapur layanan.

Tak hanya itu, kebutuhan susu juga signifikan. Setiap SPPG rata-rata memerlukan 450 liter susu per hari, atau sekitar 150 mililiter per penerima manfaat dalam setiap sajian.

Dengan skala kebutuhan sebesar itu, MBG secara langsung menciptakan pasar yang stabil bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lainnya. Program ini sekaligus menjadi strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Ke depan, pemerintah memastikan program MBG akan terus diperluas dan dioptimalkan. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news