
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming menghadiri Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Provinsi Bali pada Kamis (21/5/2026). (ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen)
Harianjogja.com, JAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar ketertinggalan akses dan kualitas pendidikan, terutama di kawasan seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam pernyataan resminya, Gibran menyoroti perlunya penguatan sarana teknologi di sekolah-sekolah terpencil, salah satunya melalui pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital. Teknologi ini dinilai mampu mendorong proses belajar yang lebih modern, interaktif, dan efektif bagi siswa.
"Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T," kata Gibran, Sabtu (23/5/2026).
Dorongan digitalisasi ini tidak hanya berhenti pada jenjang pendidikan dasar. Pemerintah juga mulai mengarahkan fokus pada penguatan keterampilan tingkat tinggi (high skill) di pendidikan menengah. Hal ini dianggap penting untuk menjawab tantangan global sekaligus memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional harus mampu memberikan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
"Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa," ujar Mu’ti.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu program konkret yang dijalankan adalah pengiriman talenta unggul, termasuk tenaga profesional dan alumni beasiswa, ke daerah-daerah seperti Papua, Maluku, dan NTT.
Program ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi digital, tetapi juga pendampingan teknis serta motivasi bagi siswa di wilayah terpencil agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Langkah ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui sinergi generasi muda. Pemerataan akses pendidikan berkualitas dan pemanfaatan teknologi menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing bangsa.
Dengan akselerasi digitalisasi di wilayah 3T, pemerintah berharap kesenjangan pendidikan dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika global menuju Indonesia Maju.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































