Jumali Minggu, 31 Mei 2026 20:47 WIB

Luis Enrique - Reuters/Carl Recine
Harianjogja.com, JOGJA— Paris Saint-Germain (PSG) kembali meraih gelar juara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menundukkan Arsenal pada partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan reputasi pelatih Luis Enrique sebagai salah satu juru taktik paling sukses di pertandingan final. Pelatih asal Spanyol itu kini telah memenangkan 16 dari 19 partai final yang dijalaninya sepanjang karier kepelatihan.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi Enrique dalam membawa timnya tampil maksimal di laga-laga penentuan. Dari total 19 final, hanya tiga yang berakhir dengan kekalahan.
Tiga kekalahan tersebut terjadi saat menghadapi Athletic Bilbao pada Piala Super Spanyol 2015, tim nasional Prancis pada final UEFA Nations League 2021, serta Chelsea di ajang Piala Dunia Klub 2025.
Sementara itu, di kompetisi Liga Champions, Luis Enrique masih mempertahankan rekor sempurna setiap kali tampil di partai final.
Keberhasilan pertama diraih bersama Barcelona pada musim 2014/2015. Saat itu, tim asal Catalunya tersebut mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 untuk mengamankan trofi Liga Champions.
Sepuluh tahun kemudian, Enrique kembali mengantar PSG ke final Liga Champions dan meraih kemenangan telak atas Inter Milan dengan skor 5-0 pada final musim 2024/2025.
Musim ini, pelatih berusia 56 tahun itu kembali menunjukkan kemampuannya dalam mengelola pertandingan besar. PSG sukses mempertahankan gelar setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti dalam laga yang berlangsung ketat.
Luis Enrique mengakui pertandingan melawan Arsenal menjadi salah satu laga paling sulit yang dihadapi timnya sepanjang musim. Menurut dia, lawan tampil disiplin dan menyulitkan PSG untuk mengembangkan permainan.
"Kami hanya bisa berpikir positif, ini seperti mimpi," kata Luis Enrique seusai pertandingan.
"Saya sangat bahagia. Pertandingan kali ini berat, sebuah partai yang sempurna untuk Arsenal. Kami bermain lebih baik pada babak kedua, tetapi ketika Anda menghadapi tim seperti mereka yang bertahan rapat dan sangat kuat secara teknis dan fisik, sulit untuk mengatasinya," ujarnya.
Meski demikian, Enrique menilai keberhasilan mempertahankan gelar Liga Champions menjadi pencapaian luar biasa yang layak dirayakan seluruh elemen klub.
"Pada akhirnya, kemenangan beruntun ini luar biasa dan sangat sulit untuk diraih. Kami sangat bangga. Sekarang saatnya merayakan," katanya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan posisi PSG sebagai salah satu kekuatan dominan di Eropa. Di bawah arahan Luis Enrique, klub asal Prancis itu tidak hanya mampu meraih gelar, tetapi juga mempertahankannya dalam dua musim beruntun.
Bagi Enrique sendiri, trofi ini menjadi bukti bahwa dirinya tetap menjadi salah satu pelatih elite dunia yang mampu membawa tim tampil efektif di bawah tekanan terbesar, terutama ketika menghadapi pertandingan final.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































