Harianjogja.com, JOGJA—Kontroversi penggunaan musik tanpa izin oleh tim media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah lagu milik penyanyi pop dunia Taylor Swift mendadak menghilang dari unggahan akun TikTok Gedung Putih maupun akun kampanye Team Trump.
Perubahan tersebut memicu spekulasi baru mengenai penggunaan karya musik berhak cipta dalam konten-konten politik dan pemerintahan di media sosial.
Salah satu unggahan yang sebelumnya menampilkan pertunjukan kembang api dengan latar lagu August milik Taylor Swift diketahui telah diganti dengan lagu bergenre country yang berisi lirik pujian kepada Trump.
Sementara itu, unggahan lain yang semula menggunakan lagu Father Figure kini tidak lagi menampilkan audio. Pengguna TikTok hanya dapat melihat keterangan bertuliskan "This sound isn't available".
Meski namanya menjadi pusat perhatian dalam polemik tersebut, Taylor Swift hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait penghapusan lagu-lagunya dari akun media sosial yang terkait dengan Trump.
Sejumlah Musisi Melayangkan Protes
Sikap diam Taylor Swift berbeda dengan respons sejumlah musisi lain yang secara terbuka mengecam penggunaan karya mereka dalam konten politik.
Penyanyi Katy Perry mengaku terkejut ketika lagunya Firework digunakan sebagai musik latar dalam video yang berkaitan dengan operasi militer.
Reaksi lebih keras disampaikan Sabrina Carpenter. Pelantun lagu Juno itu menilai penggunaan lagunya dalam video penangkapan imigran sebagai tindakan yang tidak pantas.
Musisi muda Olivia Rodrigo juga ikut menyuarakan keberatan. Ia merespons penggunaan lagunya All-American Bitch dengan pernyataan tajam yang kemudian dihapus dari media sosial.
"Jangan pernah menggunakan lagu-lagu saya untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencian Anda," tulis Olivia Rodrigo.
Selain Taylor Swift dan Olivia Rodrigo, sejumlah karya milik Bad Bunny, Noah Kahan, hingga Jack White juga dilaporkan pernah digunakan dalam unggahan yang berkaitan dengan Trump dan kemudian menuai kritik dari para pemilik hak cipta.
Strategi Media Sosial Trump
Meski berulang kali menuai kontroversi, penggunaan lagu-lagu populer dari artis dengan basis penggemar besar dinilai menjadi bagian dari strategi komunikasi digital tim Trump untuk meningkatkan jangkauan dan interaksi publik di media sosial.
Seorang pejabat Gedung Putih menyebut pada periode kedua pemerintahan Trump, tim media sosial sengaja dirancang lebih fleksibel dan minim birokrasi agar mampu berkomunikasi dengan masyarakat secara lebih cepat dan relevan.
"Tanggung jawab pemerintah adalah menemui masyarakat di mana pun mereka berada, hadir di sebanyak mungkin tempat, dan berkomunikasi dalam bahasa yang dipahami masyarakat," ujar pejabat Gedung Putih tersebut.
Berpotensi Terkait Persoalan Lisensi
Dalam praktiknya, penggunaan musik pada akun resmi pemerintah maupun kampanye politik umumnya memerlukan lisensi atau izin resmi dari pemegang hak cipta.
Hingga kini belum ada konfirmasi dari Gedung Putih terkait status perizinan lagu-lagu yang digunakan dalam unggahan tersebut maupun kemungkinan munculnya tuntutan hukum dari Taylor Swift atau musisi lain yang keberatan atas penggunaan karya mereka.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan hak cipta di era media sosial, terutama ketika karya musik digunakan untuk kepentingan komunikasi publik, kampanye politik, maupun promosi yang berpotensi menimbulkan persepsi dukungan dari sang artis.

1 hour ago
2

















































