Kerja Nyata JFP-Candra, Rp54,78 Miliar Anggaran Dialokasikan Untuk Pulihkan Sektor Pertanian

12 hours ago 6

promo hayati padang agustus

Solok, Klikpositif – Pertanian menjadi sektor yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok. Lahan hingga irigasi persawahan mengalami kerusakan yang menyebabkan lumpuhnya aktivitas pertanian masyarakat.

Pasca bencana, pemulihan sektor pertanian menjadi urusan prioritas di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu bersama H. Candra. Sinergi dengan pemerintah pusat dilakukan untuk melakukan percepatan pemulihan.

Dari ikhtiar itu, total dukungan anggaran yang diarahkan untuk sektor pertanian mencapai Rp54,78 miliar. Anggaran itu berasal dari pemerintah pusat melalui APBN, DAK Fisik dan juga alokasi dari APBD Kabupaten Solok.

Anggaran tersebut dialokasikan dalam bentuk program yang langsung menyentuh kebutuhan petani, mulai dari pemulihan sawah terdampak bencana, optimalisasi ribuan hektare lahan, pembangunan irigasi, jalan usaha tani hingga fasilitas pascapanen.

Total 1.247 hektare lahan sawah dipulihkan dengan anggaran Rp5.73 miliar dari APBN. Kemudian 253 hektare lahan sawah direhabilitasi dengan anggaran Rp3,41 miliar. Pemkab Solok juga kecipratan Rp23,39 miliar APBN untuk optimasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare dan lainnya.

Infrastruktur irigasi juga diperkuat. Di antaranya 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan, serta 24 unit irigasi perpompaan dengan total dukungan APBN mencapai miliaran rupiah.

Dari APBD Kabupaten Solok, juga dialokasikan anggaran untuk 10 unit pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani sebesar Rp1,07 miliar.

Sementara untuk membuka dan memperlancar akses petani menuju lahan, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran Rp6,30 miliar dari APBD Kabupaten Solok.

Melalui DAK Fisik, dibangun bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp2,31 miliar. Kemudian bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp4,17 miliar.

Selain itu, pengembangan komoditas kentang seluas 3 hektare juga mendapat dukungan APBD sebesar Rp94,95 juta. Jika ditotal, dukungan anggaran bagi sektor pertanian Kabupaten Solok pasca bencana mencapai Rp54.787.872.924.

Keterbatasan Anggaran Daerah Bukan Halangan

Kegigihan Bupati dan Wakil Bupati Solok dalam menggeliatkan pembangunan di Kabupaten Solok sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani.

Harapannya, sektor yang mayoritas dilakoni masyarakat Kabupaten Solok kembali pulih pasca bencana. Sawah kembali produktif menghasilkan beras Solok yang sudah dikenal luas di Indonesia.

Bagi Bupati Solok, bencana hidrometeorologi menjadi momentum dalam menggeber pembangunan infrastruktur, termasuk sektor pertanian. Sinergi dengan pemerintah pusat membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Solok.

“Ketika petani menghadapi kesulitan, pemerintah harus hadir membawa solusi, dari sawah yang terdampak, harapan kembali ditumbuhkan,  dari irigasi yang diperkuat, produksi diharapkan meningkat, dari jalan usaha tani yang dibangun, akses petani semakin terbuka , dan dari fasilitas pascapanen, hasil pertanian memiliki nilai tambah,” ungkap Jon Pandu, Jumat (28/8/2026).

Jon Firman Pandu ingin memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tetapi benar-benar sampai ke sawah, ladang dan kehidupan masyarakat. Bencana boleh meninggalkan kerusakan. Namun, pembangunan harus menghadirkan harapan.

“Bergerak Memulihkan, Bekerja Menguatkan, Membangun untuk Rakyat Kabupaten Solok,” tutup Jon Pandu.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news