Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 00:17 WIB

Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup

Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8/2026). ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur ditutup total setelah kebakaran hutan di area Kaldera Bromo kembali meluas. Api yang sebelumnya membakar sejumlah titik di kawasan Gunung Bromo kini merambat ke arah timur menuju kawasan Bukit B29.

Penutupan dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mendukung efektivitas pemadaman sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan wisatawan.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan perambatan api masih terjadi karena kondisi angin yang berembus di kawasan tersebut.

"Belum padam api kan merambat lagi karena angin, merambat ke timur arah ke kawasan B29," kata Rudijanti saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu.

Penutupan Berlaku di Lima Pintu Masuk

Dalam surat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu malam, Rudijanta menjelaskan penutupan dilakukan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS. Kebijakan tersebut mulai berlaku Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Lima akses wisata yang ditutup meliputi Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Keputusan tersebut diambil agar petugas dapat lebih efektif melakukan pemadaman di lapangan. Penutupan juga ditujukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung di tengah kebakaran yang masih meluas.

Pengelola Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata menghentikan sementara seluruh aktivitas wisata di dalam kawasan.

Masyarakat dan pengunjung juga diminta ikut menjaga kawasan TNBTS dari potensi kebakaran lanjutan, terutama dengan lebih memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.

Tiket Wisata Bisa Reschedule atau Refund

Penutupan kawasan Gunung Bromo juga berdampak kepada masyarakat atau wisatawan yang telah membeli tiket secara daring untuk periode penutupan.

Pengelola memberikan dua pilihan, yakni melakukan penyesuaian jadwal kunjungan atau reschedule dan pengembalian dana atau refund.

Pengajuan kedua layanan tersebut dilakukan dengan melengkapi formulir khusus yang disediakan pengelola melalui administrator aplikasi pemesanan daring TNBTS.

Luas Kebakaran Mencapai 176 Hektare

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan pemadaman untuk menahan pergerakan kobaran api. Upaya tersebut dilakukan agar kebakaran tidak menyebar semakin luas ke kawasan lainnya.

Rudijanti mengatakan jalur perambatan api yang meluas berpotensi otomatis menambah area terdampak. Namun, pihaknya belum dapat memastikan luas terbaru karena penghitungan belum dilakukan.

"Semestinya luasannya bertambah," ucapnya.

Berdasarkan data terakhir, luas area yang terbakar di kawasan Gunung Bromo mencapai 176 hektare. Kebakaran pertama kali diketahui pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di area Blok Bantengan.

Dari titik awal tersebut, api kemudian bergerak menuju sejumlah kawasan lain, termasuk Watu Gede dan Blok Jantur yang berada di sekitar Blok Bantengan.

Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api lebih mudah menjalar. Hembusan angin menyebabkan api bergerak dari satu titik ke area lainnya hingga akhirnya merambat ke arah timur menuju kawasan B29.

Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Untuk memperkuat pemadaman, petugas juga menggunakan operasi udara melalui metode water bombing. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua unit helikopter untuk membantu mengatasi kebakaran.

Operasi udara berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Selama periode tersebut, masing-masing helikopter melakukan delapan kali perjalanan dari lokasi pengambilan air di Ranu Pani menuju kawasan Gunung Bromo.

Meski demikian, operasi pemadaman melalui udara sempat dihentikan sementara. Penghentian dilakukan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Di tengah masih berlangsungnya upaya pemadaman dan perambatan api ke arah B29, seluruh akses wisata Gunung Bromo tetap ditutup mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news