PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi generasi muda melalui pengembangan usaha produktif di tingkat kelurahan. Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan yakni inovasi daerah Karang Kreativa SKATSU (Satu Karang Taruna, Satu Usaha) yang diarahkan untuk menjadikan Karang Taruna tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Inovasi Daerah Karang Kreativa SKATSU yang digelar di Palanta, Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan unsur Pemerintah Kota Padang, Karang Taruna, perguruan tinggi, serta dunia usaha dalam upaya membangun ekosistem pemberdayaan pemuda yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, mengatakan program SKATSU menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan masing-masing.
“Pembimbingannya didapat dari LPPM, dukungan permodalan dari CSR Semen Padang. Ini luar biasa! Melalui konsep Satu Karang Taruna Satu Usaha, kita dorong generasi muda untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengembangkan potensi wilayah masing-masing, terutama di sektor kuliner,” kata Eri.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan organisasi kepemudaan menjadi kekuatan penting dalam memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Karang Taruna harus mampu mengelola peluang tersebut menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Eri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna Kota Padang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand), serta PT Semen Padang melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) yang ikut memperkuat pelaksanaan program tersebut.
Ia menjelaskan, konsep SKATSU dirancang agar setiap Karang Taruna di wilayah kelurahan memiliki setidaknya satu usaha produktif yang dapat dikembangkan secara serius. Dengan demikian, organisasi kepemudaan tersebut tidak hanya hadir ketika ada kegiatan sosial, tetapi juga memiliki basis ekonomi yang dapat menopang aktivitas dan memberikan dampak kepada masyarakat.
Penguatan ekonomi pemuda tersebut, lanjut Eri, juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang yang tengah mendorong pengembangan sektor kreatif dan gastronomi. Kota Padang sebelumnya telah lolos seleksi nasional tahap pertama UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 untuk kategori gastronomi.
Karena itu, sektor kuliner dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh Karang Taruna. Potensi makanan khas, kreativitas generasi muda, serta kekayaan bahan baku lokal dapat dipadukan menjadi produk usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas Kota Padang.
“Ini menjadi peluang besar bagi Karang Taruna untuk mengambil peran. Jangan hanya menjadi pelaksana kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dan gastronomi Kota Padang,” ujar Eri.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Sosial Kota Padang juga mengapresiasi dukungan dana pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Padang yang turut mendukung program pemberdayaan masyarakat. Apresiasi juga diberikan kepada Karang Taruna yang menunjukkan kepedulian dan respons cepat saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah Kota Padang beberapa waktu lalu.
Ketua Karang Taruna Kota Padang, Zalmadi, menegaskan bahwa SKATSU merupakan upaya menghadirkan organisasi kepemudaan yang benar-benar memiliki manfaat dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.
“Tujuan utama kita adalah menghadirkan Karang Taruna sebagai solusi di tengah masyarakat. Pemuda harus mempunyai andil dalam rangka menekan angka pengangguran, kriminalitas, hingga berbagai persoalan sosial lainnya di Kota Padang,” kata Zalmadi.
Ia menilai, persoalan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Keterbatasan lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi dan gaya hidup dapat menjadi faktor yang mendorong sebagian pemuda terjerumus ke dalam berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas.
Karena itu, menurut Zalmadi, penguatan ekonomi pemuda melalui usaha kreatif dan produktif di tingkat kelurahan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun lingkungan sosial yang lebih sehat.
“Kalau pemuda punya aktivitas positif, punya penghasilan dan punya tanggung jawab terhadap usaha yang mereka bangun, tentu ini akan menjadi benteng terhadap berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Zalmadi juga meminta seluruh kader Karang Taruna yang menerima bantuan fasilitas alat Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Karang Taruna Kreatif dari Unand dan PT Semen Padang agar menjaga serta memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
Bantuan yang diberikan, katanya, harus dipandang sebagai amanah sekaligus kepercayaan dari para mitra. Karena itu, setiap fasilitas harus dikelola secara serius, dirawat dan dikembangkan sehingga menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
“Kita ingin bantuan ini tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi benar-benar menjadi modal awal untuk melahirkan usaha yang tumbuh dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris LPPM Universitas Andalas, Friardi Ismet, mengatakan keterlibatan Unand dalam program SKATSU merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selama ini universitas sering dianggap sebagai menara gading yang kurang kontribusinya. Tapi alhamdulillah, berkat kepercayaan dari Pemerintah Kota Padang, kita dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk membina generasi muda di Kota Padang,” kata Friardi.
Menurutnya, konsep kampus berdampak menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan di lingkungan akademik, tetapi juga membawa pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, LPPM Unand mendorong agar pembinaan Karang Taruna dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah model pembinaan bertahap melalui “sekolah binaan” selama tiga tahun.
Model tersebut diharapkan dapat memastikan kader tidak hanya mendapatkan pelatihan pada tahap awal, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam menjalankan, mengembangkan dan mengevaluasi usaha yang telah dibangun.
“Yang kita harapkan adalah keberlanjutan. Jangan sampai setelah diberikan pelatihan dan bantuan, kemudian berhenti. Harus ada pendampingan sampai mereka benar-benar mampu mandiri,” ujar Friardi.
Selain pendampingan secara langsung, LPPM Unand juga memperkenalkan aplikasi UNAND Hub, sebuah platform digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku UMKM untuk berkonsultasi dengan para pakar dan dosen Unand.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap keahlian akademisi dari berbagai bidang. Friardi menyebut terdapat sekitar 1.600 pakar dan dosen Unand yang dapat menjadi sumber pengetahuan dan konsultasi bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi baru dalam membangun Karang Taruna yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Organisasi kepemudaan tidak hanya dituntut mampu menggerakkan kegiatan sosial, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan, memanfaatkan teknologi digital dan membangun jaringan usaha.
Dengan dukungan pemerintah, perguruan tinggi dan dunia industri, SKATSU diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan pemuda yang dapat direplikasi di berbagai kelurahan. Setiap potensi lokal didorong untuk diolah menjadi usaha produktif sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, program tersebut diarahkan bukan sekadar untuk menciptakan satu usaha di setiap Karang Taruna, melainkan membangun ekosistem ekonomi pemuda yang mampu membuka lapangan kerja, mengurangi kerentanan sosial dan memperkuat daya saing masyarakat.
Pemerintah Kota Padang pun berharap Karang Taruna dapat tampil sebagai salah satu kekuatan utama dalam pembangunan kota. Dengan inovasi SKATSU, pendampingan akademis, dukungan dunia usaha dan pemanfaatan teknologi digital, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai agen perubahan yang mandiri, kreatif dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial sekaligus menangkap peluang ekonomi di daerah.

10 hours ago
7


















































