PADANG, KLIKPOSITIF — Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November lalu, masyarakat Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait akses air bersih dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Institut Teknologi Padang (ITP) menghadirkan inovasi teknologi pengolahan air bersih serta sistem aquaponic berbasis energi matahari yang diserahkan kepada masyarakat Gurun Laweh, Selasa (10/3).
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra, yang memadukan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.
Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., mengatakan inovasi ini lahir dari kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi masyarakat pascabencana.
“Inovasi ini lahir dari kepedulian kami melihat kondisi masyarakat pascabanjir. Kami sangat mengapresiasi para dosen yang telah berkontribusi menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, ramah lingkungan, dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami percaya teknologi harus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Teknologi tersebut dikembangkan oleh tim dosen yang dipimpin Hafni, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin DIII, bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Sarjana Terapan Fakultas Vokasi, serta Dr. Herix Sonata MS, M.Si. dari Program Studi Teknik Lingkungan.
Selain menghadirkan inovasi teknologi, kegiatan ini juga melibatkan sebanyak 50 mahasiswa ITP dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang turut terjun langsung membantu masyarakat di lokasi kegiatan.
Seluruh aktivitas mahasiswa dalam program ini dikoordinatori oleh Ade Ryan Mustaqim dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITP.
Rektor ITP menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang kelas.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Melalui kegiatan ini mereka dapat melihat bagaimana ilmu dan teknologi dapat digunakan untuk membantu masyarakat,” katanya.
Kegiatan penyerahan inovasi tersebut turut dihadiri oleh Jerry Citra, S.Kom dari Bidang Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah X, perangkat desa setempat, serta perwakilan masyarakat dan Kelompok Tani Wardah Nurul Yaqin, di antaranya Mislinda selaku Ketua RT 02 Gurun Laweh.
Melalui program ini, diharapkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis energi matahari dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga pascabencana.

9 hours ago
4


















































