Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 12:37 WIB

Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah memastikan penanganan darurat hingga penyaluran bantuan akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Gibran dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Gibran mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal menangani dampak gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo tersebut. Penanganan meliputi proses evakuasi, pendataan dampak bencana, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Menurut dia, pemerintah akan bergerak cepat untuk memastikan bantuan dapat disalurkan kepada warga. Koordinasi antarlembaga juga akan diperkuat agar proses penanganan di lapangan berjalan efektif.
"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Gibran.
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo
Gempa bumi tektonik berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada kedalaman 15 kilometer.
Episenter gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB.
Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah NTT. Getaran juga dirasakan hingga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang dilaporkan merasakan guncangan antara lain Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
Gempa tersebut juga menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan bangunan di sejumlah wilayah. Proses pendataan kerusakan dan korban masih dilakukan oleh pemerintah bersama unsur terkait.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melaporkan lima orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026).
Melki mengatakan data tersebut merupakan laporan sementara yang diterimanya saat menggelar jumpa pers bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri di Kupang.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” kata Melki di Kupang, Sabtu.
Data korban dan dampak kerusakan masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur pencarian dan pertolongan.
Pemerintah juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di sejumlah wilayah yang merasakan guncangan gempa. Penanganan darurat diarahkan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat proses evakuasi dan pendataan di lokasi terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































