Duka dan Ancaman Balas Dendam Warnai Pemakaman Ali Khamenei

7 hours ago 2

Jumali

Jumali Minggu, 05 Juli 2026 16:47 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Ratusan ribu warga Iran memadati sejumlah ruas jalan utama di Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (5/7/2026). Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu demonstrasi dukungan terbesar terhadap Republik Islam Iran sejak berakhirnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Reuters, prosesi berlangsung di kompleks Masjid Imam Khomeini Mosalla yang sejak beberapa hari terakhir menjadi pusat penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran tersebut. Peti jenazah Khamenei yang dibalut bendera nasional Iran ditempatkan di area terbuka sehingga dapat disaksikan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.

Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun dan menjadi figur paling berpengaruh dalam sistem politik negara tersebut. Kematian pemimpin berusia 86 tahun itu pada awal konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu mengubah peta politik kawasan Timur Tengah sekaligus memunculkan fase transisi kepemimpinan yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah suasana berkabung, massa yang hadir juga meneriakkan berbagai slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel. Sejumlah peserta membawa foto Khamenei serta simbol-simbol keagamaan Syiah yang selama ini identik dengan narasi perjuangan dan pengorbanan dalam sejarah Republik Islam Iran.

Prosesi pemakaman tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga memiliki makna politik yang besar. Pemerintah Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan bahwa struktur pemerintahan dan dukungan publik tetap berjalan meski negara baru saja melewati konflik militer yang menewaskan sejumlah tokoh penting.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terlihat menghadiri upacara bersama pejabat tinggi sipil dan militer. Sementara itu, perhatian publik juga tertuju pada sosok penerus Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei, yang hingga kini belum banyak tampil di hadapan publik sejak konflik berlangsung.

Menurut jadwal resmi, rangkaian penghormatan terakhir akan berlangsung selama hampir sepekan. Setelah prosesi di Teheran, jenazah akan dibawa ke kota suci Qom sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah pusat keagamaan Syiah di Irak, termasuk Najaf dan Karbala. Puncak pemakaman dijadwalkan berlangsung di kota Mashhad yang merupakan salah satu lokasi paling sakral bagi umat Syiah.

Meski ribuan orang hadir memberikan penghormatan, situasi politik Iran masih menyisakan berbagai tantangan. Negara tersebut sebelumnya menghadapi tekanan ekonomi, gelombang demonstrasi domestik, hingga dampak perang yang berlangsung selama beberapa bulan. Karena itu, transisi kepemimpinan pasca-Khamenei dipandang sebagai salah satu fase paling menentukan bagi masa depan Iran dalam beberapa dekade ke depan.

Bagi banyak warga Iran, pemakaman ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan simbol berakhirnya satu era panjang dalam sejarah politik negara mereka. Kini perhatian publik mulai beralih kepada bagaimana kepemimpinan baru akan menjaga stabilitas internal sekaligus menghadapi dinamika geopolitik yang masih bergejolak di kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news