Awan Panas Guguran Merapi Meluncur, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai

4 hours ago 1

Awan Panas Guguran Merapi Meluncur, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai

Badan Geologi melalui BPPTKG mencatat aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran pada Minggu (5/7/2026) sore. Ist/bpptkg

Harianjogja.com, JOGJA — Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dengan terjadinya awan panas guguran pada Minggu (5/7/2026) sore. Badan Geologi melalui BPPTKG mencatat fenomena tersebut terjadi pukul 17.17 WIB dengan arah luncuran ke sektor barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Awan panas guguran ini memiliki amplitudo maksimum 46,09 mm dengan durasi mencapai 121,86 detik. Meski jarak luncur belum dapat dipastikan secara visual, karakteristik durasi dan amplitudo menunjukkan intensitas yang cukup signifikan dan perlu diwaspadai masyarakat di sekitar lereng Merapi.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Dalam kondisi ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih tinggi, khususnya di sektor selatan hingga barat daya yang menjadi jalur utama aliran material vulkanik.

BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah rawan bencana (KRB), terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi seperti Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Putih, dan Kali Sat. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat intensitas hujan meningkat di kawasan puncak.

Tren Aktivitas Merapi 2026 Masih Tinggi

Sepanjang tahun 2026, Gunung Merapi tercatat masih aktif dengan frekuensi guguran lava dan awan panas yang fluktuatif. Data pemantauan menunjukkan aktivitas seismik didominasi oleh gempa guguran dan gempa vulkanik dangkal, yang menandakan adanya suplai magma dari dalam tubuh gunung.

Beberapa kejadian penting Merapi selama 2026 antara lain:

Januari–Februari: Intensitas guguran lava meningkat di sektor barat daya

Maret 2026: Awan panas guguran tercatat beberapa kali dengan jarak luncur hingga beberapa kilometer

April–Mei: Aktivitas relatif stabil namun masih didominasi guguran lava pijar

Juni 2026: Terjadi peningkatan gempa vulkanik dangkal

Juli 2026: Awan panas kembali terjadi, mengarah ke Kali Sat dan Putih

Kondisi ini menunjukkan bahwa Merapi masih berada dalam fase erupsi efusif, yakni erupsi yang ditandai dengan keluarnya lava secara perlahan disertai guguran material yang dapat memicu awan panas.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat di wilayah DIY dan Jawa Tengah, khususnya di lereng Merapi, diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, aparat desa dan relawan kebencanaan diminta siaga dalam memantau perkembangan aktivitas gunung.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan, termasuk jalur evakuasi dan titik pengungsian jika sewaktu-waktu diperlukan.

Dengan kondisi Merapi yang masih aktif, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko. Warga diharapkan tetap tenang namun tidak lengah, serta selalu mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news