
Siswa berjalan di halaman sekolah sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (21/8/2026). Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memberlakukan kebijakan untuk siswa SD dan SMP dengan menunda waktu masuk jam pelajaran menjadi pukul 08.00 WIB, meniadakan sementara kegiatan di luar ruangan, wajib memakai masker, dan menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatka
Harianjogja.com, PONTIANAK—Kualitas udara Pontianak, Kalimantan Barat, memburuk di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data IQAir pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pontianak mencapai 328, yang masuk kategori Berbahaya.
Polusi utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 239 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut menempatkan Pontianak sebagai salah satu wilayah dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia.
Palangkaraya Masuk Kategori Tidak Sehat
Dampak kabut asap karhutla juga dirasakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. IQAir mencatat AQI wilayah tersebut berada di angka 166, sehingga masuk kategori Tidak Sehat.
Konsentrasi PM2.5 di Palangkaraya tercatat sebesar 77 mikrogram per meter kubik. Pontianak dan Palangkaraya pun menempati dua posisi teratas dalam daftar wilayah paling berpolusi di Indonesia berdasarkan data tersebut.
Sementara itu, posisi ketiga hingga kelima secara berturut-turut ditempati Bandung dengan AQI 159, Palembang 155, dan Serpong 153.
Masyarakat Diminta Batasi Aktivitas di Luar
IQAir menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada dalam kondisi tersebut. Masyarakat juga diminta menutup jendela dan menghindari paparan udara luar.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan mengenakan masker. Penggunaan alat pemurni udara juga dianjurkan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
IQAir menjelaskan kondisi kualitas udara tersebut tergolong berbahaya sehingga diperlukan peringatan kesehatan darurat. Sebab, semua orang dapat terkena dampak kesehatan yang serius.
Paparan asap dan kabut dapat berdampak terhadap kesehatan dan memicu sejumlah penyakit, seperti peradangan saluran pernapasan, bronkitis, pneumonia, asma, hingga iritasi mata.
Anak-Anak Lebih Rentan Terpapar Polusi
Anak-anak usia dini menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap polusi udara. Mereka bernapas lebih cepat, sementara kekuatan fisik dan daya tahan tubuh mereka belum sempurna.
Partikel PM10 dan PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat berperan layaknya gas. Ketika terhirup, partikel tersebut dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan serta berbagai masalah pernapasan lainnya.
Hotspot Karhutla Melonjak Lebih dari 4 Kali Lipat
Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan terjadi bersamaan dengan peningkatan titik panas atau hotspot. Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (20/8/2026), Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut peningkatan hotspot terjadi bersamaan dengan laporan masyarakat mengenai kabut asap dan terbatasnya jarak pandang di sejumlah wilayah.
Pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kemenhut menggunakan satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua mencatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Angka tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 109 hotspot.
Dari total 518 hotspot berkepercayaan tinggi pada 19 Agustus 2026, sebanyak 259 hotspot berada di Kalimantan Barat, 242 hotspot di Kalimantan Tengah, dan 17 hotspot di Kalimantan Selatan.
Peningkatan titik panas tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Kalimantan juga menghadapi kabut asap dan penurunan jarak pandang, sehingga kualitas udara menjadi perhatian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
9

















































