Prajurit Batalyon Komcad Matra Darat unsur ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (dok. Ist)KabarMakassar.com — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menetapkan dan mengukuhkan 500 prajurit Batalyon Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat unsur ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (13/05/2026). Pengukuhan dilakukan setelah para peserta menjalani pelatihan selama sekitar dua bulan.
Penetapan Komcad ASN tersebut dipimpin Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto. Program itu disebut sebagai bagian dari penguatan jiwa patriotisme, disiplin, dan akuntabilitas aparatur sipil negara.
Donny mengatakan proses penetapan Komcad ASN Sulsel berjalan lancar hingga akhir kegiatan. Pembentukan Komcad disebut menjadi bagian dari sistem pertahanan negara yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
Ia menjelaskan pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI maupun Kementerian Pertahanan. Seluruh warga negara dan sumber daya nasional disebut memiliki kewajiban ikut serta dalam upaya pertahanan negara.
“Jadi perlu saya sampaikan bahwa pertahanan negara itu adalah urusan kita semua. Bukan hanya TNI, bukan hanya Kementerian Pertahanan tapi seluruh warga negara Indonesia dan seluruh sumber daya nasional kita ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar di Pasal 30, itu semuanya ikut serta dalam upaya pertahanan negara,” ujarnya.
Menurut Donny, Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan nasional untuk menghadapi ancaman militer. Sistem tersebut terdiri dari komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung.
Komponen cadangan disiapkan untuk mendukung kekuatan utama TNI jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Karena itu, pembentukan dan pelatihan Komcad harus dilakukan sejak dini.
“Kementerian Pertahanan menyiapkan TNI untuk selalu siap menghadapi berbagai macam ancaman terhadap pertahanan negara. Kemudian kita juga siapkan juga komponen cadangannya. Karena sewaktu-waktu kalau kekuatan atau komponen utama ini kurang, ini bisa ditambah menggunakan komponen cadangan,” ujar Donny.
Menurut dia, Komcad ASN Sulsel menjadi program pertama yang dilaksanakan di tingkat pemerintah provinsi. Donny mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang disebut menjadi pionir pembentukan Komcad ASN di Indonesia.
“Saya apresiasi ya kepada Sulawesi Selatan, apresiasi kepada Bapak Gubernur yang telah memulai ini. Selamat kepada Sulawesi Selatan yang sudah menjadi pionir. Karena dari pemerintah provinsi lain itu belum ada. Baru ini kita laksanakan pertama kali dari provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia juga menilai semangat nasionalisme masyarakat Sulawesi Selatan tidak perlu diragukan lagi. Sejarah perjuangan masyarakat Sulsel disebut menjadi bukti kontribusi daerah tersebut terhadap pertahanan negara.
“Sebetulnya kalau kita lihat dari sejarah yang lalu, saya rasa masyarakat Sulawesi Selatan itu, saya rasa nasionalismenya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi,” ujar Donny.
Pemerintah pusat saat ini juga mulai menyiapkan pembentukan Komcad ASN di daerah lain. Beberapa provinsi disebut telah mengantre untuk melaksanakan program serupa.
Selain melalui ASN pemerintah daerah, pembentukan Komcad tahun ini juga akan dilakukan melalui sejumlah program nasional lainnya. Pemerintah menargetkan pembentukan Komcad terus diperluas di berbagai sektor.
“Ada beberapa provinsi, nanti mungkin ada dua atau tiga provinsi pertahun ini. Selain itu, Komcad juga akan kita bentuk melalui SPPI juga. Jadi SPPI, KDKMP, ANMP, itu juga akan kita tetapkan sebagai komponen cadangan juga. Jadi cukup banyak Komcad yang kita bentuk di tahun ini,” pungkas Donny.


















































