Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, membuka kegiatan Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Luwu Tahun 2026 di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu (dok. Ist)KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 berlangsung secara transparan dan objektif. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu saat dimulainya tahapan seleksi tingkat kabupaten yang diikuti siswa-siswi SMA sederajat dari berbagai sekolah di wilayah Luwu, Kamis (09/04).
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang dengan sejumlah tahapan ketat untuk memastikan peserta yang terpilih memiliki kemampuan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan yang memadai. Transparansi seleksi menjadi fokus utama guna menghindari praktik titipan dalam proses perekrutan.
Dhevy menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan adil bagi seluruh peserta. Pemerintah daerah berupaya memastikan tidak ada intervensi dalam proses penilaian peserta.
Setiap peserta diminta mengandalkan kemampuan diri serta kesiapan fisik dan mental selama mengikuti seleksi. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap sistem seleksi yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami memastikan bahwa seleksi ini dilaksanakan secara terbuka dan adil. Tidak perlu berpikir harus ada orang dalam, yang dibutuhkan adalah kepercayaan diri, latihan, dan kerja keras,” ujarnya.
Seleksi Paskibraka tahun ini diikuti oleh peserta yang merupakan siswa-siswi SMA/SMK/MA kelas X dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun. Mereka akan melalui sejumlah tahapan seleksi yang dirancang untuk menguji kemampuan secara menyeluruh.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap mulai dari tahap administrasi hingga pengujian fisik dan mental. Sistem seleksi yang berlapis tersebut diharapkan mampu menghasilkan anggota Paskibraka yang memenuhi standar nasional.
“Harapan kami, adik-adik dapat mengikuti seleksi ini dengan serius, disiplin, dan menunjukkan dedikasi terbaik untuk menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Luwu,” tambahnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Luwu Enrika menyampaikan bahwa proses seleksi diawali dengan pendaftaran secara daring melalui aplikasi transparansi Paskibraka. Pendaftaran berlangsung selama 14 hari, mulai 24 Februari hingga 9 Maret 2026.
Sistem berbasis aplikasi digunakan untuk meningkatkan akuntabilitas sekaligus memudahkan pemantauan proses seleksi. Penggunaan teknologi digital juga diharapkan dapat meminimalkan potensi manipulasi data peserta.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi yang mencakup pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan serta tes intelegensi umum secara daring melalui aplikasi yang ditentukan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Selain itu, peserta juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, parade, peraturan baris-berbaris, serta tes kesamaptaan untuk mengukur kesiapan fisik. Tahapan lain yang turut menjadi penilaian adalah seleksi kepribadian yang meliputi wawancara, penelusuran minat dan bakat, serta rekam jejak peserta di media sosial.
Rangkaian seleksi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan peserta yang terpilih memiliki integritas serta kemampuan yang sesuai standar Paskibraka.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, Pemerintah Kabupaten Luwu menargetkan lahirnya generasi muda yang memiliki disiplin tinggi serta semangat nasionalisme.
Peserta yang lolos nantinya akan bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Pemerintah daerah menilai proses seleksi yang objektif menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan generasi muda.
Selain itu, sistem seleksi yang terbuka juga diharapkan mampu menghasilkan anggota Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat.


















































