Viral Lansia di Semarang Meninggal Saat Tadarus Alquran, Terekam CCTV

5 hours ago 2

Viral Lansia di Semarang Meninggal Saat Tadarus Alquran, Terekam CCTV

Ilustrasi Kamera CCTV Electonic Traffic Law Enforcement (ETLE). /Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, SEMARANG— Seorang lansia di Kota Semarang meninggal dunia saat mengikuti tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda, Kecamatan Ngaliyan. Detik-detik Djumari, 76, tiba-tiba terjatuh saat membaca Al-Qur'an bersama jemaah terekam kamera CCTV dan videonya kemudian viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) malam setelah salat Magrib. Rekaman CCTV memperlihatkan sejumlah jemaah laki-laki duduk melingkar di dalam masjid untuk mengikuti tadarus. Djumari tampak duduk seorang diri di bagian ujung lingkaran.

Tanpa diduga, tubuh Djumari tiba-tiba ambruk hingga terlentang. Beberapa jemaah awalnya tidak menyadari kejadian tersebut karena masih fokus membaca Al-Qur'an. Salah seorang jemaah kemudian melihat kondisi Djumari dan segera menghampirinya untuk memberikan pertolongan.

Video kejadian itu diunggah akun Instagram @iney_eleven dan telah ditonton lebih dari satu juta kali. "Saat Allah memanggil bapak pulang," tulis akun tersebut dalam narasinya, dikutip Espos, Rabu (12/8/2026) malam.

Sempat Menunjukkan Tanda Tidak Nyaman

Djumari bin Amin merupakan lansia kelahiran 6 Juni 1950. Putrinya, Yeni, mengatakan keluarganya melihat sejumlah gestur sang ayah dalam rekaman CCTV yang menunjukkan dirinya mulai merasa tidak nyaman sebelum akhirnya terjatuh.

"Kalau dilihat di video CCTV itu ada beberapa gestur bapak yang sudah mulai nggak nyaman. Tapi bapak tetap nggak bicara, tetap diam saja," ujar Yeni saat dikonfirmasi Espos, Rabu.

Kepergian Djumari mengejutkan keluarga. Yeni saat kejadian berada di Bandung dan tidak menyangka ayahnya meninggal dunia pada malam tersebut.

Padahal, sebelum pergi ke masjid, Djumari masih menjalani aktivitas seperti biasa. Ia sempat berkomunikasi dengan cucunya sebelum kemudian berangkat ke Masjid Nurul Huda menggunakan sepeda listrik untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Djumari Aktif Mengikuti Pengajian

Semasa hidup, Djumari dikenal sebagai pensiunan pegawai PLN. Setelah pensiun, waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah. Ia memiliki kebiasaan membongkar dan memperbaiki berbagai barang elektronik yang rusak, seperti televisi dan perangkat elektronik lainnya.

Djumari juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia rutin menjalankan salat berjamaah dan mengikuti pengajian di Masjid Nurul Huda.

Putrinya bahkan baru mengetahui sejumlah kebaikan yang dilakukan sang ayah setelah melihat percakapan di aplikasi perpesanan. Salah satunya terkait kebiasaan Djumari bersedekah.

Selama hidup, Djumari disebut tidak pernah menceritakan kebaikan yang dilakukannya kepada keluarga.

"Kalau mau melakukan apa pun itu nggak pernah bilang-bilang. Jadi hanya bapak dan Allah yang tahu," kata Yeni.

Teman sekaligus saksi mata, Rosyidi, 75, juga mengenang Djumari sebagai jemaah yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid tersebut.

"Setiap ada ngaji pasti ikut. Aktif orangnya," ujar Rosyidi.

Meninggal Setelah Selesai Membaca Al-Qur'an

Rosyidi mengatakan pengajian malam itu diikuti sekitar 12 orang. Kegiatan berlangsung setelah salat Magrib hingga menjelang Isya.

Sebelum kejadian, Djumari baru saja menyelesaikan gilirannya membaca Al-Qur'an. Setelah itu, tubuhnya tiba-tiba terbaring ke belakang.

Jemaah yang berada di lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan. Seorang dokter dipanggil untuk memeriksa kondisi Djumari. Setelah dilakukan pemeriksaan, Djumari dinyatakan telah meninggal dunia.

Kepergian Djumari meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga dan jemaah Masjid Nurul Huda. Ia dikenang sebagai sosok sederhana dan pendiam yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

Kisah kepergian Djumari juga menjadi perhatian karena ia meninggal setelah menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa dan ketika tengah mengikuti tadarus Al-Qur'an bersama jemaah di masjid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news