Viral Banjir Hitam di Sukoharjo Bikin Warga Resah dan Jalan Licin

9 hours ago 3

Viral Banjir Hitam di Sukoharjo Bikin Warga Resah dan Jalan Licin Banjir hitam di Sukoharjo viral, diduga tercampur limbah oli. DLH siapkan pengecekan dampak lingkungan. - Istimewa.

Harianjogja.com, SUKOHARJO— Warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, dihebohkan dengan munculnya banjir berwarna hitam pekat yang viral di media sosial. Air yang merendam jalan perkampungan hingga masuk ke rumah warga itu disebut berbau dan membuat kondisi lingkungan tidak nyaman.

Genangan air hitam terlihat di sejumlah titik seperti Gang Jalak dan Gang Nuri sejak Rabu (15/4/2026) pagi. Warga menduga perubahan warna air terjadi setelah banjir yang meluap sejak Selasa (14/4/2026) bercampur dengan limbah oli.

“Banjir berwarna hitam legam di beberapa gang perkampungan seperti Gang Jalak dan Gang Nuri di Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Grogol. Air banjir berubah hitam legam pada pagi hari,” ujar Iwan, warga setempat.

Ia menduga limbah oli berasal dari area garasi bus yang ikut terendam saat luapan air sungai terjadi. Campuran tersebut membuat air berubah warna menjadi hitam pekat sekaligus menimbulkan bau tidak sedap.

Menurutnya, air mulai meluap sejak dini hari dan terus meningkat hingga pagi. Kondisi jalan menjadi licin sehingga membahayakan warga yang melintas.

“Jalan perkampungan menjadi licin. Warga harus ekstra hati-hati saat berjalan kaki melewati genangan air di jalan perkampungan,” paparnya.

DLH Siapkan Pengecekan Lapangan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo, Agus Suprapto, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Namun, petugas akan segera turun ke lokasi untuk memastikan sumber cairan hitam yang mencampuri air banjir.

“Nanti akan dicek terlebih dahulu oleh petugas di lapangan. Apakah ada kandungan zat yang berbahaya bagi kesehatan warga setempat atau tidak,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan diri setelah terpapar air banjir, terutama dengan mencuci kaki menggunakan air bersih guna menghindari risiko gangguan kesehatan.

Fenomena banjir berwarna hitam ini menambah kekhawatiran warga, terutama terkait potensi pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan, sehingga hasil pemeriksaan dari instansi terkait kini dinantikan.

Dampak Lalu Lintas

Sebelumnya banjir terjadi di sejumlah titik di Sukoharjo, Jawa Tengah. Genangan air setinggi lutut orang dewasa yang merendam Jalan Ir Soekarno kawasan Tanjung Anom, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, memicu kemacetan parah pada Rabu (15/4/2026) pagi hingga siang.

Kondisi ini membuat aparat kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow untuk mengurai kemacetan arus yang terjadi di sekitar lokasi banjir.

Genangan yang berasal dari luapan sungai tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga meluas ke ruas jalan utama mulai dari Bundaran Patung Pandawa Solo Baru hingga kawasan Patung Ir Soekarno di Tanjung Anom. Titik terparah terjadi di sekitar Patung Ir Soekarno dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Meski debit air mulai berangsur surut, genangan masih menutup sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di jalur penghubung Sukoharjo–Solo tersebut. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama dari arah Sukoharjo menuju Solo.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo AKP Doohan Octa Prasetya menyebut genangan paling berdampak terjadi di lajur sisi barat Jalan Ir Soekarno yang digunakan kendaraan menuju Solo.

“Arus lalu lintas dari Sukoharjo menuju Solo terpantau padat merayap karena terganggu genangan air yang tinggi. Sedangkan lajur sisi timur yang digunakan kendaraan bermotor dari arah Solo ke Sukoharjo relatif lancar,” kata dia.

Untuk mengurai kemacetan, petugas menerapkan sistem contraflow dengan mengalihkan kendaraan dari Sukoharjo menuju Solo ke lajur sisi timur yang sebelumnya berlawanan arah. Petugas juga disebar di sepanjang ruas jalan untuk mengatur arus kendaraan agar arus tetap lancar.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat sementara sambil menunggu proses penyedotan air menggunakan pompa agar genangan segera surut. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan arus kendaraan di jalur utama tersebut.

Doohan juga mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan yang masih tergenang. Pengendara diminta memperlambat laju kendaraan guna menghindari risiko kecelakaan lalu lintas maupun mogok di tengah lokasi banjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news