Usai Teken Kerjasama, Appi Pastikan PSEL Tak Cemari Lingkungan

23 hours ago 7
Usai Teken Kerjasama, Appi Pastikan PSEL Tak Cemari LingkunganWali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dijalankan secara kolaboratif bersama Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros dipastikan aman dan berbasis teknologi modern yang telah teruji.

Diketahui, PSEL ini akan dibangun di TPA Antang.

Penegasan itu disampaikan usai penandatanganan kerja sama lintas daerah yang turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (04/04).

“Jadi pembangkit listrik ini modern, yang sudah teruji, yang tidak mungkin pemerintah membangun kalau tidak proven (terbukti),” tegas Appi.

Kerja sama tersebut menandai dimulainya skema aglomerasi pengelolaan sampah kawasan Mamminasata, sebagai bagian dari program nasional pengolahan sampah berbasis energi. Model ini dirancang untuk menjawab lonjakan timbulan sampah perkotaan yang terus meningkat.

Appi menjelaskan, Kota Makassar saat ini menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari. Namun, kemampuan pengangkutan baru mencapai sekitar 67 persen, sehingga masih membutuhkan penguatan sistem layanan.

“Di Makassar hari ini sampah yang tercatat kurang lebih 800 ton per hari. Ini sebenarnya masih cukup untuk kita maksimalkan, tapi kapasitas angkut kita baru 67 persen,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, tambahan pasokan sampah dari Gowa sekitar 150 ton per hari dan Maros sekitar 50 ton per hari akan menopang operasional fasilitas PSEL. Secara keseluruhan, proyek ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 megawatt.

Appi juga menepis kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lingkungan. Ia memastikan fasilitas PSEL tidak akan mengubah kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi area industri yang mencemari lingkungan.

“Fasilitas ini justru hadir untuk mengolah sampah agar tidak menggunung, dengan sistem yang sudah memenuhi standar keamanan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa, dengan kebutuhan efektif sekitar 7 hektare untuk pembangunan fasilitas utama. Lokasi tersebut dinilai strategis karena masih memiliki cadangan sampah lama yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku.

“Sekitar 20 sampai 25 persen sampah di TPA itu masih bisa dimanfaatkan,” katanya.

Lebih jauh, Appi menegaskan bahwa PSEL bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari pembenahan sistem persampahan secara menyeluruh. Pemerintah kota saat ini juga tengah mempercepat transisi dari metode open dumping menuju sanitary landfill.

Selain itu, pengelolaan dari hulu diperkuat melalui pemilahan sampah berbasis RT/RW, optimalisasi bank sampah, pengembangan TPS3R, hingga pemanfaatan teknologi seperti maggot, kompos, dan RDF.

“Hari ini kita sudah memetakan semua blok yang harus dilakukan cover soil setiap hari, untuk memastikan tidak ada lagi open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan,” tutupnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news