OPINI: Perempuan Bertumbuh, Pilih Sibuk dengan Ilmu atau Penjara Prasangka?

5 hours ago 1
 Perempuan Bertumbuh, Pilih Sibuk dengan Ilmu atau Penjara Prasangka? Ilustrasi Foto: Sri Marlina. (Dok: Ist)

Oleh: Sri Marlina, Pekerja Sosial dan Aktivis Perempuan

KabarMakassar.com — Ilmu dan prasangka adalah dua arsitek yang membangun rumah yang sama dalam pikiran perempuan.

Ilmu membangun istana. Ia menenangkan, menguatkan, memberi dan arah. Perempuan berilmu akan dapat tidur nyenyak walau badai, karena ia tahu siapa dirinya. Sebaliknya, prasangka membangun penjara. Ia mengurung, menyiksa, membuat perempuan jadi tahanan di kepalanya sendiri.

Satu hari dipenuhi prasangka bisa lebih melelahkan daripada kerja fisik sebulan. Karena perang paling berat seorang perempuan bukan di luar, tapi di dalam kepalanya sendiri.

Hukum Jiwa: Otak Tidak Pernah Kosong

“Perempuan jika tidak disibukkan dengan ilmu akan disibukkan oleh prasangka dan perasaannya.” Ini bukan tuduhan. Ini hukum psikologi. Otak manusia, khususnya bagian Default Mode Network, akan terus aktif saat tidak ada tugas. Kalau tidak diisi ilmu, ia akan terisi hal lain entah mengarang cerita.

Cerita itulah yang kita sebut prasangka, overthinking, dan luka batin yang kita buat sendiri. Muharram mengajarkan hijrah yaitu bergerak. Fikiranpun pun demikian. Jika tidak bergerak ke ilmu, maka ia akan bergerak ke dalam , mengaduk-aduk perasaan sampai tenggelam pada prangka.

Dalam Agama kita umat muslim sangat jelas dalil Al-Qur’an: Ilmu Mengangkat Derajat, sedang Jahil Menurunkan Kewarasan .
Allah sudah mengunci kaidahnya dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”.
Ditinggikan beberapa derajat`. Lawannya? Merendah. Merendah akal, merendah emosi, merendah ke dalam sumur prasangka.

Perempuan yang berilmu punya kompas. Perempuan yang kosong ilmu, gampang diombang-ambingkan perasaan. Satu komentar pedas bisa meruntuhkan harga diri seminggu. Itu bukan karena hatinya lemah. Tapi karena benteng ilmunya kosong.

Hukum Prasangka dalam Islam: Dosa yang Menggerogoti Hati

Islam menempatkan prasangka `zhann` di posisi berbahaya. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12:

“….jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa…”.

Imam Al-Ghazali menyebut prasangka buruk sebagai “bisikan setan yang paling halus”. Kenapa? Karena ia tidak butuh bukti, tidak butuh saksi, cukup 1 detik di kepala untuk menghancurkan 10 tahun persahabatan. Prasangka adalah dosa batin yang paling sering, paling mudah, dan paling dapat merusak hubungan entah dalam rumah tangga, pertemanan, dan kewarasan pemilik prangka bahkan dapat menghancurkan jasad ketika jiwa telah tidak diwaraskan oleh prasangka. Inilah lijden yang tidak berpahala: menderita karena hal yang belum tentu terjadi. Prasangka adalah percangkapan paling dusta yg bukan hanya merusak diri tapi juga memakan daging sesama saudara . Maka jauhilah prasangka buruk.

Pandangan Pakar: Dr. Aisyah Dahlan dan Psikologi Kognitif

Dr. Aisyah Dahlan, pakar psikologi Islam, sering bilang “Perempuan itu emosinya tinggi, tapi akalnya harus lebih tinggi lagi.”.

Emosi tanpa akal akan menjadi ledakan. Akal tanpa emosi pun akan beku. Sehingga penulis mengatakan
Ilmu adalah akal yang terlatih. Riset psikologi kognitif juga menyebut “Cognitive Load Theory”: Otak yang sibuk memproses ilmu, tidak punya kapasitas untuk memproduksi skenario buruk. Sibuk dengan aktivitas kerja profesionalnya memberikan veliu memberi output terbaik sibuk menghafal Qur’an, sibuk belajar bisnis, sibuk upgrade skill akan menyebabkan tidak ada waktu untuk stalking hal hal yang menyakitkan diri atau menebak-nebak niat orang. Itulah lijden yang menyelamatkan.

Bukti Sejarah adalah sosok Beberapa tokoh perempuan Muslim : Khadijah, Aisyah, Rufaidah mreka adalah Perempuan Anti-Prasangka.

Lihat Sayyidah Khadijah RA. Ia tidak sibuk menebak “apa kata orang kalau aku melamar Nabi?”. Ia sibuk dengan ilmu dagang dan visi. Lihat Aisyah RA. Ia tidak sibuk dengan perasaan cemburu yang merusak. Ia sibuk dengan ilmu, sampai jadi rujukan 1400 tahun. Lihat Rufaidah Al-Aslamiyah. Ia tidak sibuk dengan drama tenda. Ia sibuk dengan ilmu medis.
Mereka sibuk dengan leiden = memimpin lewat ilmu. Sehingga mereka selamat dari lijden = menderita karena prasangka.

Maka setiap perempuan harus dapat mengambil sikap : pilih sukamu mau dalam pilihan sibuk belajar atau sibuk berprasangka?
pesan Muharram 1447 H untuk perempuan hari ini: Kamu punya 2 pilihan untuk mengisi 24 jam-mu.
Pilihan 1: Sibuk dengan ilmu. Sakit di awal, tapi memerdekakan pikiran.
Pilihan 2: Sibuk dengan prasangka dan perasaan. Nyaman di awal candu bahkan menjahit sangka buruk , tapi akhirnya memenjarakan jiwa.

Perlu kita ingat “Ilmu itu cahaya. Prasangka itu gelap.Tidak ada hati bisa menemukan terang dan gelap dalam waktu yang sama.” Maka pilihlah!!!.
Sibukkan dirimu dengan ilmu. Karena jika bukan kamu yang mengisinya, dunia yang akan mengisinya dengan racun.

Setiap perempuan harus menemukan candu juangnya selesai dengan diri, kemudian Bertumbuh bersama sesama Perempuan.
Sebelum menjadi founder, mentor, atau penggerak virus baik ke sesama perempuan,Setiap perempuan mesti selesai dengan diri. Terus berlatih walau tertatih terjatuh terbentur hingga akhirnya akan terbentuk : selesai dengan dirimu sendiri. Selesai` artinya damai dengan diri jika ada luka, disiplin dengan ilmu, dan beres dengan prasangka.

Menumbuhkan perempuan lain akan sulit jika diri sendiri masih kering. Bejana yang retak tidak bisa menuang air. Jadilah Khadijah untuk dirimu: kuat secara ilmu, jiwa, pun ekonomi. Setelah gelasmu terisi jangan biarkan penuh dan meluap tanpa tadah, alirkanlah ke sesama perempuan. Karena perempuan bertumbuh paling cepat bukan saat diseret, tapi saat ditarik oleh perempuan lain yang telah selesai dengan dirinya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news