Uji B50 Hampir Rampung, Bahan Bakar Baru Segera Dipakai

8 hours ago 4

Uji B50 Hampir Rampung, Bahan Bakar Baru Segera Dipakai Foto ilustrasi bahan bakar energi nabati atau biofuel. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Uji coba bahan bakar campuran biodiesel 50 persen (B50) menunjukkan hasil positif dan segera memasuki tahap akhir sebelum diterapkan secara luas. Pemerintah menargetkan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut uji coba yang telah berjalan hampir enam bulan itu memberikan hasil yang cukup baik.

“Sampai dengan hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Uji coba B50 dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, truk, hingga kendaraan lainnya. Saat ini, proses pengujian masih berlangsung dan segera difinalisasi.

“Tetapi, sebentar lagi akan final. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50,” kata Bahlil.

Pengembangan B50 menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada energi impor, terutama di tengah gejolak geopolitik global yang memicu krisis energi.

“Bayangkan sekarang kalau kita tidak ada diversifikasi (energi). Kita mau berharap kepada siapa?” ujarnya.

Saat ini, Indonesia telah menerapkan kebijakan B40. Implementasi tersebut terbukti mampu menekan impor solar hingga 3,3 juta kiloliter serta mengurangi emisi karbon sebesar 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.

Data Kementerian ESDM menunjukkan pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang 2025 mencapai 14,2 juta kiloliter, melampaui target 13,5 juta kiloliter atau setara 105,2 persen dari indikator kinerja utama.

Kebijakan peningkatan campuran biodiesel juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menargetkan penggunaan campuran 50 persen minyak sawit untuk bahan bakar sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut diyakini akan menempatkan Indonesia pada posisi lebih aman di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan implementasi B50 berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp48 triliun.

Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan mampu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekitar 4 juta kiloliter per tahun.

Dengan capaian uji coba yang dinilai positif, B50 diproyeksikan menjadi langkah lanjutan dalam transisi energi nasional menuju pemanfaatan sumber daya domestik yang lebih optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news