Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mulai menggerakkan kampanye peningkatan gizi balita dengan turun langsung ke wilayah kampung di Kota Jogja. Langkah ini ditandai dengan peluncuran program Gemar Makan Ikan di RW 6 Kelurahan Muja Muju sebagai titik awal perluasan gerakan. / ist
JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mulai menggerakkan kampanye peningkatan gizi balita dengan turun langsung ke wilayah kampung di Kota Jogja. Langkah ini ditandai dengan peluncuran program “Gemar Makan Ikan” di RW 6 Kelurahan Muja Muju sebagai titik awal perluasan gerakan.
Program tersebut tidak berhenti di satu lokasi. Eko menargetkan akan menyambangi puluhan wilayah lain untuk memastikan intervensi gizi berjalan lebih merata di masyarakat.
“Program ini resmi dimulai di RW 6 Kelurahan Muja Muju. Insya Allah saya akan sowan dan silaturahmi di 86 RW, memberikan dukungan nyata kebijakan penyelesaian masalah stunting di Kota Jogja,” ujar Eko.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama antara Pemda DIY dan Pemerintah Kota Jogja yang melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas, lurah, PKK, serta Tim Pendamping Keluarga dalam menekan angka stunting.
Turun Langsung ke Kampung
Di lapangan, kegiatan tidak hanya berupa sosialisasi. Warga menerima olahan ikan siap konsumsi, edukasi gizi, hingga buku resep yang dapat langsung dipraktikkan di rumah.
Eko menilai pendekatan langsung ke masyarakat menjadi kunci agar program tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar mengubah pola makan keluarga.
“Ikan memiliki kandungan protein, omega-3, dan vitamin yang sangat penting bagi pertumbuhan balita dan anak, juga kesehatan ibu hamil,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
“Kami ajak masyarakat semakin senang mengonsumsi ikan. Ini sangat penting untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.
Selain edukasi, warga dibekali cara mengolah ikan agar tetap bergizi dan disukai anak-anak, sehingga konsumsi protein hewani bisa meningkat secara berkelanjutan.
Lurah Muja Muju, Iswadi, menyebut kehadiran program ini memberi dampak langsung bagi keluarga di wilayahnya, khususnya dalam penyediaan menu sehat untuk anak.
“Program ini sangat membantu, terutama untuk kami para ibu agar lebih kreatif dalam menyiapkan makanan sehat bagi anak,” ungkapnya.
Sementara itu, dukungan pemenuhan gizi juga terus berjalan melalui posyandu di wilayah tersebut. Perwakilan Tim Pendamping Keluarga Muja Muju, Ibu Amin, menyampaikan bantuan berupa telur, susu, dan buah telah disalurkan kepada 35 balita.
Setiap posyandu menerima dua bingkisan bantuan sebagai bagian dari upaya menjaga asupan gizi anak di tingkat keluarga.
Dengan turun langsung ke kampung dan memperluas jangkauan program, Eko berharap intervensi gizi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting di Kota Jogja. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
9

















































