Tanggul Tuntang Jebol, Belasan Rumah Warga Demak Terbawa Arus

7 hours ago 9

Tanggul Tuntang Jebol, Belasan Rumah Warga Demak Terbawa Arus Anggota BPBD Demak, Jawa Tengah, berdiri di antara puing-puing rumah warga yang diterjang arus banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026). - ANTARA/-ist - BPBD Demak

Harianjogja.com, DEMAK— Dampak banjir di Kabupaten Demak mulai terlihat setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di sejumlah titik. Sebanyak 12 rumah warga di Desa Trimulyo di Kecamatan Guntur dilaporkan hanyut terbawa arus deras.

Selain rumah yang hilang, kerusakan juga meluas. Enam rumah mengalami rusak berat dan sembilan lainnya rusak ringan, sehingga total 27 rumah terdampak langsung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, menjelaskan rumah-rumah yang hanyut berada di lokasi dekat titik tanggul jebol yang terjadi pada Jumat (3/4/2026).

“Belasan rumah warga yang hanyut berada di Desa Trimulyo di Kecamatan Guntur di Kabupaten Demak yang berlokasi dekat dengan jebolnya tanggul Sungai Tuntang,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Saat ini, warga yang rumahnya tidak bisa ditempati memilih mengungsi ke rumah kerabat. Sebagian lainnya masih berupaya menyelamatkan sisa barang yang terdampak banjir.

Tim BPBD bersama relawan terus melakukan penanganan di lokasi. Setelah banjir mulai surut pada Minggu, fokus beralih pada pembersihan lumpur yang menutup akses jalan desa.

Armada truk tangki air yang sebelumnya digunakan untuk distribusi air bersih kini difungsikan untuk membersihkan jalan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyebut bantuan sembako telah disalurkan kepada warga terdampak, terutama yang kehilangan tempat tinggal.

Ia menambahkan, sebagian warga mengalami kerugian besar karena harta benda ikut hanyut bersama rumah yang terseret arus.

Banjir di wilayah ini dipicu jebolnya tanggul di enam titik. Di Desa Trimulyo terdapat tiga titik dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, sedangkan di Desa Sidoharjo di Kecamatan Guntur terdapat tiga titik lain dengan panjang sekitar 15 meter.

Secara keseluruhan, banjir ini berdampak pada 2.116 rumah dan 7.606 jiwa. Sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa yang tersebar di sembilan desa di empat kecamatan.

Kondisi pascabanjir kini berangsur membaik, namun warga masih menghadapi dampak kerusakan dan kebutuhan pemulihan lingkungan agar kehidupan bisa kembali normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news