PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang terus memperkuat komitmennya dalam melahirkan generasi muda yang berdaya saing dan peduli terhadap isu-isu anak. Salah satunya diwujudkan melalui seleksi tahap kedua Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak (Pilwadu) Kota Padang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan, Kamis (16/7/2026).
Sebanyak 32 peserta terbaik dari berbagai sekolah di Kota Padang mengikuti tahapan seleksi lanjutan tersebut setelah berhasil melewati proses penyaringan yang cukup ketat. Mereka merupakan peserta terpilih dari total 110 pendaftar yang sebelumnya mengikuti seleksi administrasi, penulisan esai, hingga penilaian video.
Suasana kompetisi di Gedung Youth Center berlangsung semarak. Para peserta tampil percaya diri menyampaikan gagasan, pandangan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak saat ini. Beragam isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan mental, lingkungan, hingga perlindungan anak, menjadi tema yang dibawa para peserta dalam ajang tahunan tersebut.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, mengatakan bahwa Pilwadu bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kepedulian sosial dan kemampuan kepemimpinan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk menggali potensi, kreativitas, serta kemampuan anak-anak dalam menyuarakan hak-haknya. Selain itu, ajang tersebut juga diharapkan mampu mencetak sosok-sosok muda yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan munculnya pemimpin-pemimpin baru di tahun mendatang. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor dan pelapor atau 2P dalam menyuarakan serta memperjuangkan hak-hak anak di Kota Padang,” ujar Ade Yonanda Irza.
Ia menambahkan, kehadiran forum seperti Pilwadu sangat penting di tengah dinamika perkembangan zaman yang menuntut anak-anak untuk lebih aktif, kritis, dan berani menyampaikan aspirasi. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan bahwa suara anak mendapat ruang yang memadai dalam proses pembangunan kota.
Sementara itu, Ketua Juri Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Kota Padang, Marta Suhendra, menjelaskan bahwa para peserta yang berhasil menembus babak 32 besar merupakan anak-anak terbaik yang telah melalui serangkaian penilaian yang komprehensif.
Pada seleksi tahap kedua ini, dewan juri memfokuskan penilaian pada sejumlah aspek penting, seperti kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking, kemampuan menyelesaikan persoalan (problem solving), serta penguasaan materi yang dibawakan masing-masing peserta.
“Perkembangan zaman membuat anak-anak masa kini memiliki pemikiran yang luar biasa. Banyak ide kreatif dan kritikan membangun yang mereka sampaikan, bahkan melampaui apa yang seharusnya terpikirkan oleh anak seusia mereka. Mereka sangat layak melaju ke babak 32 besar ini,” ungkap Marta.
Ia menilai, para peserta tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga menunjukkan kepekaan terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Berbagai gagasan yang disampaikan menjadi gambaran bahwa generasi muda Kota Padang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masa depan.
Salah seorang peserta asal SMPN 1 Padang, Salma, tampil membawa isu perundungan atau bullying yang menurutnya masih menjadi persoalan mendasar di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan penuh semangat, ia menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik di sekolah maupun di ruang digital.
Salma mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti seleksi tahap kedua tersebut. Dukungan dari guru, keluarga, dan teman-teman menjadi modal utama yang menguatkan tekadnya untuk memberikan yang terbaik.
“Persiapan saya alhamdulillah cukup matang berkat bimbingan dari guru, keluarga, dan teman-teman. Di ajang ini, saya ingin fokus menyuarakan penanganan isu bullying, baik di dunia nyata maupun cyber bullying. Menurut saya, ini adalah isu mendasar yang berdampak besar bagi masa depan anak dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke isu anak lainnya,” ujar Salma.
Melalui ajang Pilwadu 2026, Pemerintah Kota Padang berharap dapat melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi representasi suara anak-anak di daerah. Para finalis diharapkan nantinya dapat mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mengampanyekan pemenuhan hak anak sekaligus menjadi teladan bagi generasi sebaya.
Seleksi yang masih akan berlanjut tersebut menjadi bukti bahwa ruang partisipasi anak di Kota Padang terus diperluas. Di tangan generasi muda yang kritis, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya, masa depan kota diyakini akan semakin inklusif dan ramah anak.

8 hours ago
4

















































