PADANG, KLIKPOSITIF — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melakukan pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang aliran sungai tersebut ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan atau paling lambat pada akhir Juli 2026.
Pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi sungai, meningkatkan kebersihan kawasan, sekaligus mendukung persiapan perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus adalah pelaksanaan tradisi Selaju Sampan yang akan digelar di kawasan Batang Arau.
Sejak pagi, alat berat milik BWS Sumatera V mulai beroperasi mengangkat endapan lumpur dan sedimen yang selama ini mengendap di sejumlah titik sungai. Aktivitas pengerukan berlangsung di tengah kawasan Batang Arau yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah Kota Padang.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V. Menurutnya, kolaborasi itu memungkinkan proses pengerukan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Sekarang kita lagi pelaksanaan kegiatan untuk pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau. Ini kerja sama dengan BWS Sumatera V. Alat yang kita pakai adalah alat BWS, dan kita akan kerjakan dalam jangka waktu dua minggu ke depan. Kita perkirakan di akhir Juli ini bisa kita selesaikan,” kata Malvi.
Ia menjelaskan, pengerukan diprioritaskan pada sejumlah titik yang dinilai krusial, terutama area yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan rangkaian HJK Padang. Selain mendukung kelancaran kegiatan Selaju Sampan, normalisasi sungai juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
“Pengerukan difokuskan terutama pada titik-titik yang berhubungan dengan kegiatan HJK untuk acara Selaju Sampan, serta beberapa titik krusial lainnya. Ini kolaborasi kita, di mana alat menggunakan dari BWS Sumatera V, sementara untuk pengangkutan sedimen ke area disposal menggunakan armada dump truck kita,” ujarnya.
Dalam pembagian tugas tersebut, BWS Sumatera V menyediakan alat berat untuk proses pengerukan, sedangkan Dinas PUPR Kota Padang mengerahkan armada dump truck guna mengangkut material hasil pengerukan menuju lokasi pembuangan yang telah ditetapkan.
Menurut Malvi, langkah normalisasi sungai ini tidak hanya berkaitan dengan agenda perayaan HJK semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menjaga kapasitas tampung Batang Arau. Endapan sedimen yang terus bertambah berpotensi mengurangi daya tampung sungai, terutama saat curah hujan tinggi maupun ketika air laut mengalami pasang.
Karena itu, pengerukan dinilai penting untuk meminimalkan risiko luapan air yang dapat memicu genangan di kawasan sekitar sungai. Di sisi lain, kebersihan Batang Arau juga menjadi perhatian mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi unggulan Kota Padang yang menyimpan nilai sejarah dan budaya.
Pemerintah Kota Padang berharap, dengan selesainya pengerukan pada akhir Juli mendatang, kondisi Batang Arau akan semakin bersih, aman, dan siap menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357.
Selain mempercantik wajah kawasan kota tua, langkah tersebut juga menjadi bukti kolaborasi antarlembaga dalam menjaga infrastruktur perkotaan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan mitigasi bencana di Kota Padang.

8 hours ago
4

















































