Potret pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo di Kapanewon Tempel pada Rabu (26/2/2025). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Bawen, resmi menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang memiliki total investasi mencapai Rp25,61 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan menjadi dorongan penting bagi percepatan proyek infrastruktur strategis tersebut.
“Kepercayaan yang diberikan oleh para lembaga keuangan ini menjadi fondasi penting bagi Jasa Marga dan PT JJB untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Proyek ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi konektivitas kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen merupakan bagian penting dalam memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Jawa, khususnya di wilayah tengah.
“Dengan terhubungnya koridor Yogyakarta menuju Semarang melalui jalan tol, mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan menjadi lebih efisien. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, serta investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” lanjutnya.
Pendanaan proyek ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan besar. Bank Mandiri, Bank Central Asia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB). Sementara itu, Maybank Indonesia dan Bank BPD DIY turut berpartisipasi dalam sindikasi pembiayaan.
Keberhasilan financial close ini mencerminkan tingginya kepercayaan sektor perbankan terhadap prospek bisnis jalan tol di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jasa Marga dalam pengembangan infrastruktur nasional.
Penandatanganan perjanjian dilakukan di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, dan dihadiri jajaran direksi, antara lain Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani. Hadir pula manajemen PT Jasamarga Jogja Bawen seperti Komisaris Utama Aldrin Maulana Najib dan Direktur Utama A.J. Dwi Winarsa, serta perwakilan kreditur dan pemegang saham.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J. Dwi Winarsa, menyebut proses menuju penandatanganan ini telah melalui tahapan panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Untuk sampai pada tahap ini, kita telah melalui proses yang cukup panjang dan alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap penandatanganan ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan JJB serta mendukung penyelesaian proyek sesuai target waktu. Terima kasih atas dukungan seluruh pihak, semoga kolaborasi ke depan dapat terus terjaga dan memberikan hasil sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki panjang total 75,12 kilometer yang terbagi dalam enam seksi, yakni:
Seksi 1 Sleman–Banyurejo (8,80 km)
Seksi 2 Banyurejo–Borobudur (15,20 km)
Seksi 3 Borobudur–Magelang (8,10 km)
Seksi 4 Magelang–Temanggung (16,65 km)
Seksi 5 Temanggung–Ambarawa (21,39 km)
Seksi 6 Ambarawa–Bawen (4,98 km)
Saat ini, Seksi 6 Ambarawa–Bawen telah dioperasikan secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, menjadi bagian awal dari integrasi jaringan tol di wilayah tersebut sekaligus mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

9 hours ago
4

















































