Ibu Rumah Tangga Didorong Kuasai Pemasaran Digital

3 hours ago 2

Ibu Rumah Tangga Didorong Kuasai Pemasaran Digital

Peserta mengikuti bedah buku bertajuk Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif untuk Usaha Ibu Rumah Tangga di Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, Jumat (8/5). Harian Jogja - Yosef Leon

BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Pemasaran Digital Ekonomi Kreatif untuk Usaha Ibu Rumah Tangga di Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, Jumat (8/5). Kegiatan itu menjadi upaya mendorong penguatan literasi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pemasaran digital.

Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, mengatakan bedah buku tersebut sekaligus menjadi sarana menyapa masyarakat bersama DPAD DIY. Menurut dia, pada masa pemerintahan saat ini pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku usaha menjadi fokus utama untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Perekonomian kerakyatan harus didorong melalui berbagai program. Kami di daerah tentu harus berjalan beriringan agar UMKM bisa bergerak, salah satunya dengan pemasaran digital,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat lain agar usaha ekonomi kreatif memiliki daya saing lebih luas. Terlebih, wilayah Karangtengah memiliki banyak aktivitas UMKM yang potensial untuk berkembang.

Nur juga meminta buku yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dan referensi usaha.

“Saya maunya buku itu cepat rusak karena dibaca dan dipinjamkan, jangan hanya disimpan,” ujarnya.

Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menyebut bedah buku menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Meski DIY memiliki tingkat literasi terbaik di Indonesia, secara umum tingkat membaca masyarakat Indonesia masih rendah.

“Sekarang masyarakat lebih sering membaca media sosial dibandingkan dengan buku. Padahal membaca buku memberikan proses kognitif yang berbeda,” katanya.

Menurut Hadi, kebiasaan terlalu sering mengakses video pendek melalui telepon seluler juga tidak baik bagi kinerja otak berdasarkan sejumlah penelitian. Sebaliknya, aktivitas membaca dan menulis selama 10 menit per hari dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup.

Ia menambahkan peningkatan literasi juga penting untuk menangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Saat ini DPAD DIY bersama DPRD DIY telah menggelar bedah buku di sekitar 60 lokasi dari total 200 lokasi yang direncanakan.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber Singgih Bhakti Saputro menjelaskan banyak ibu rumah tangga yang memiliki produk layak jual, tetapi masih kesulitan dalam memasarkan karena belum memahami promosi digital.

“Banyak yang jualannya masih sebatas ke tetangga, bingung promosi di media sosial dan takut memulai pemasaran online,” katanya.

Menurut dia, pemasaran digital menjadi penting karena masyarakat kini cenderung mencari produk melalui media sosial dan lebih percaya pada konten pendek. Di sisi lain, mayoritas masyarakat telah menggunakan smartphone sehingga media sosial menjadi ruang promosi yang potensial.

Ia menyebut usaha rumahan memiliki peluang besar karena dapat dimulai dari rumah dengan modal fleksibel serta dekat dengan kebutuhan pasar.

Adapun kunci pemasaran digital, kata dia, terletak pada keunikan produk, visual konten yang menarik, konsistensi, hingga kemampuan membangun interaksi dan kepercayaan pelanggan.

“Konten bisa dibuat dengan rutin posting, menggunakan foto dan video pendek yang menarik, meminta ulasan pelanggan, hingga masuk ke komunitas daring,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Umi Latifah menilai ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam usaha rumahan karena memiliki peran ganda di sektor domestik maupun ekonomi keluarga.

Menurut dia, literasi digital bagi ibu rumah tangga bukan sekadar menggunakan media sosial, tetapi juga membangun pola pikir untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi produk.

“Ada banyak alat digital yang bisa dimanfaatkan seperti Google Sheet, email, Google Trends hingga Google Adsense untuk mendukung usaha,” katanya.

Dengan pemanfaatan teknologi digital, lanjut dia, ibu rumah tangga tetap dapat memperoleh penghasilan tambahan dari rumah tanpa harus meninggalkan peran domestiknya. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news