TNI dan BNPB Evakuasi Korban Gempa NTT dengan Helikopter dan Kapal

10 hours ago 7

Newswire

Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 18:37 WIB

TNI dan BNPB Evakuasi Korban Gempa NTT dengan Helikopter dan Kapal

Pasukan Korpasgat TNI AU dan BNPB mengevakuasi seorang warga yang menjadi korban gempa di NTT, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevakuasi seorang warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan helikopter pada Sabtu (22/8/2026). Evakuasi dilakukan agar korban dapat segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan korban bernama Maria Goreti Lelu (78), warga Kajukeri, Rokatenda, Alok Timur, Sikka.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Maria Goreti mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Korban mengalami sesak napas, nyeri dada kiri, palpitasi, batuk, serta edema bilateral tungkai.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pasien mengalami sesak napas, nyeri dada kiri, palpitasi, batuk, serta edema bilateral tungkai. Pasien mendapatkan penanganan awal berupa dukungan oksigen dan terapi medis emergensi," ujar I Nyoman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Korban Dibawa ke RSUD Dr. T. C. Hillers

Setelah mendapatkan penanganan awal, Maria Goreti dibawa personel Batalyon Kesehatan TNI Angkatan Udara (Yonkesau), Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) menuju helikopter untuk menjalani evakuasi.

Helikopter BNPB kemudian membawa Maria Goreti ke RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere. Korban dievakuasi ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan penangan medis lebih lanjut.

I Nyoman menegaskan keberhasilan evakuasi tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara TNI AU dan BNPB dalam menangani korban gempa NTT.

Dia memastikan personel TNI AU akan terus berkolaborasi dengan pihak manapun demi mensukseskan pemulihan wilayah di NTT pascagempa.

TNI AL Lakukan Operasi di KRI dr. Soeharso-990

Selain TNI AU, TNI AL juga melakukan penanganan terhadap korban gempa NTT. Tindakan medis bahkan dilakukan melalui operasi di atas KRI dr. Soeharso-990 agar korban dapat pulih dengan maksimal.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Tunggul mengatakan korban tersebut bernama Arnol Dus.

"Arnol Dus mengalami musibah pada 15 Agustus 2026 setelah dinding rumahnya roboh dan menimpa dirinya karena gempa bumi 7,7 SR. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bahu kiri dan patah tulang panggul," kata Tunggul dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Arnol kemudian dibawa ke KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapatkan perawatan medis. Setibanya di kapal, korban diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh Lettu Laut (K) dr. Aditya Firmansyah dan langsung mendapatkan penangan medis awal.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban kemudian ditangani dan dioperasi oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT. yaitu dokter spesialis ortopedi yang dimiliki oleh TNI AL," jelas Tunggul.

Operasi tersebut dimulai pukul 08.00 WIT dan selesai dengan sukses. Tunggul menegaskan keberhasilan tindakan medis itu menjadi bentuk komitmen TNI AL dalam membantu korban gempa di NTT.

TNI AL juga memastikan KRI dr. Soeharso-990 akan terus disiagakan di dekat lokasi gempa. Kapal tersebut disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga yang menjadi korban gempa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news