Cherrypop 2026 Satukan Beragam Genre di Candi Prambanan

6 hours ago 5

Cherrypop 2026 Satukan Beragam Genre di Candi Prambanan

Sejumlah musisi tampil dalam Cherrypop 2026 di Candi Prambanan, Sabtu (22/8/2026). Gelaran hari pertama festival musik edisi kelima tersebut dihadiri sekitar 12.000 hingga 13.000 pengunjung. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Hari pertama Cherrypop 2026: Repelita Musik di Candi Prambanan, Sabtu (22/8/2026), menyedot sekitar 12.000 hingga 13.000 pengunjung. Festival musik edisi kelima itu mempertemukan penikmat berbagai genre sekaligus membawa kembali sejumlah musisi yang lama tidak tampil ke panggung.

Senyawa, Polka Wars, Lipstik Lipsing, dan Stars and Rabbit menjadi sejumlah musisi yang masuk kategori “mitos” dan tampil pada hari pertama. Kategori tersebut merujuk pada musisi lama yang tidak membubarkan diri, tetapi sudah jarang tampil di hadapan penonton.

Marketing Communication Manager Cherrypop, Bayu Kristiawan, menjelaskan pemilihan pengisi acara dilakukan berdasarkan empat kategori, yakni populer, emerging, mitos, dan special set.

“Jadi band-band yang memang sudah lama tidak main, tapi belum bubar juga,” terang Bayu.

Musisi Mitos

Di hari pertama Cherrypop 2026, sejumlah musisi yang dianggap “mitos” tersebut kembali tampil di hadapan penonton Jogja. Penampilan Senyawa, Polka Wars, Lipstik Lipsing hingga Stars and Rabbit menjadi bagian dari rangkaian yang menjawab kerinduan para penggemar.

Usai jeda waktu Magrib, Polka Wars yang tampil di Yayapa Stage membawakan lagu-lagu andalannya di hadapan para penggemar.

Selepas waktu Isya, giliran Senyawa menyuguhkan musik megah dan merinding. Penampilan tersebut menarik ribuan pasang mata untuk menyaksikan aksi mereka di Cherry Stage.

Stars and Rabbit menjadi salah satu penutup malam hari pertama Cherrypop 2026 di Prambanan. Penampilan mereka disambut para pendengar yang telah lama menantikan kehadiran mereka.

Beri Ruang Musisi Baru

Selain musisi kategori mitos, Cherrypop menghadirkan sejumlah musisi emerging atau pendatang baru. Para musisi dalam kategori tersebut dipilih melalui proses kurasi ketat dengan sistem open submission.

“Jadi memang kita juga buka kesempatan, siapa band yang ingin tampil di Cherrypop. Nanti sekiranya layak dan memang terpilih akan bisa tampil,” terangnya.

Untuk kategori special set, Bayu menjelaskan penampil mengusung konsep khusus dalam pertunjukannya. Pada hari pertama Cherrypop 2026, FSTVLST menyalakan Cherry Stage melalui penampilan “Paradoks Diametral” Set.

Pop Jawa

Komitmen Cherrypop menjadi ruang bagi semua musik tanpa sekat genre juga terlihat dari kehadiran NDX A.K.A dan Aftershine. Kedua musisi tersebut mendapat sambutan besar dari penonton yang memadati panggung.

Kehadiran NDX A.K.A dan Aftershine sekaligus menjadi debut Cherrypop menghadirkan musik yang lekat dengan bahasa Jawa.

“Sebenarnya memang spiritnya dari Cherrypop dari awal enggak mengkotak-kotakkan genre. Jadi memang Cherrypop tuh bisa kayak wadah semua genre,” ujarnya.

“Untuk tahun ini coba beda. Kayak tren pop Jawa juga banyak yang suka juga, jadi ya apa salahnya untuk menjadi satu di satu festival,” imbuh Bayu.

Nuansa Jepang

Tahun ini Cherrypop kembali menghadirkan musisi mancanegara. Salah satunya Daruma Rollin' dari Jepang yang tampil energik pada hari pertama Cherrypop 2026.

Grup musik tersebut memberikan nuansa berbeda dalam gelaran tahun ini. Daruma Rollin' bahkan sempat bergabung di panggung NDX A.K.A untuk berkolaborasi membawakan lagu Nemen.

Antrean Pengunjung

Secara umum, pelaksanaan festival musik Cherrypop berjalan dengan menyenangkan meskipun penonton terus berdatangan hingga pintu masuk ditutup. Kendala sempat terjadi di area pintu masuk atau gate karena antrean mengular akibat masalah koneksi sinyal saat pemindaian kode QR tiket.

Kondisi tersebut dengan cepat ditangani panitia. Sementara itu, fasilitas pendukung seperti toilet, tempat ibadah, serta area tenant makanan dan minuman yang melibatkan 50 UMKM terkurasi berjalan aman dan nyaman bagi pengunjung.

Jumlah pengunjung tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengunjung pada hari pertama diperkirakan mencapai 12.000 hingga 13.000 orang.

Belasan ribu orang dari berbagai latar belakang tersebut melebur di Candi Prambanan untuk merayakan musik. Mereka berpesta dalam edisi kelima Cherrypop.

Ruang Bertemu

Tajuk Repelita Musik yang diusung Cherrypop tahun ini bukan sekadar tema festival musik, tetapi juga menggambarkan ruang pertemuan bagi penggemar dan musisi.

Repelita Musik menjadi perayaan sekaligus penanda perjalanan, serta cara untuk mengingat bahwa musik merupakan ruang yang dapat dihuni bersama.

“Akhirnya semua orang bisa bertemu di sini dari sesama penonton, dari penampil pun juga di green room juga saling bertemu sapa. Terus dari beberapa komunitas juga yang memang banyak yang terlibat di proyek-proyeknya Cherrypop gitu, kita undang semua untuk hadir,” ungkapnya.

Salah satu penonton Cherrypop 2026, Putera, mengaku terkesan dengan festival tersebut. Ia terutama menyoroti daftar penampil Cherrypop yang menurutnya “mengerikan”.

“Ternyata line-up-nya ngeri-ngeri sedap. Ini best sih,” ujarnya.

Putera juga menilai lokasi penyelenggaraan Cherrypop 2026 tahun ini luas sehingga membuat penonton lebih nyaman menyaksikan pertunjukan. Dengan standar gelaran tahun ini, mahasiswa asal Solo itu berharap Cherrypop pada tahun mendatang dapat tampil lebih baik.

“At least sama kayak gini, kalau bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news