Tim SAR Temukan Bocah Hilang di Danau Singkarak dalam Kondisi Meninggal

3 hours ago 1

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Seorang bocah berusia 7 tahun bernama Fauzan yang sebelumnya dilaporkan hilang di Danau Singkarak, tepatnya di kawasan Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (23/3/2026).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi pencarian resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

“Operasi pencarian korban yang dinyatakan hilang di Danau Singkarak resmi ditutup setelah korban berhasil dievakuasi. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, laporan kejadian diterima petugas pada pukul 13.10 WIB dari Camat Batipuh Selatan. Tim gabungan kemudian langsung melakukan pencarian sejak siang hari.

Berdasarkan informasi, korban saat itu sedang mandi di pinggiran danau sebelum akhirnya dilaporkan tenggelam dan hilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Tanah Datar mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pos siaga.

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (LCR) serta peralatan keselamatan air lainnya.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 84 personel gabungan dari Basarnas, BPBD, Brimob, TNI/Polri, serta dibantu sekitar 50 warga turut terlibat dalam pencarian.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 17.10 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban menggunakan jaring setelah mendeteksi titik yang mencurigakan di perairan.

Baca Juga

“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat kemudian secara resmi mengusulkan penutupan operasi SAR pada pukul 17.25 WIB,” tambahnya.

Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Padang Panjang untuk penanganan lebih lanjut.

Diketahui, Fauzan merupakan warga Simpang Gunung, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang.

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Tanah Datar, Juni Fiwalman, menyebutkan korban sebelumnya ikut pamannya ke pinggir Danau Singkarak untuk menambang pasir dan kerikil sisa banjir bandang.

Material tersebut ditumpuk di tepi danau, sementara korban mandi-mandi di sekitar lokasi hingga akhirnya tenggelam.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news