Pemkab Jeneponto Luncurkan Inovasi GESIT Data Presisi. (Dok: Ist)
KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto resmi meluncurkan inovasi GESIT Data Presisi (Gerakan Sistemik Integrasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting). Peluncuran ini dirangkaikan dengan Apel Siaga yang dihadiri oleh 927 Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Lapangan Kantor Bupati Jeneponto pada Senin (15/6)
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, serta dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj. Salmawati Paris, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
Selain ratusan TPK, apel siaga ini juga diikuti oleh 84 Penyuluh KB serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.
Kehadiran personel TNI/ Polri ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung edukasi, pendampingan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan stunting hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang hadir atas dedikasi mereka dalam mendukung program nasional ini.
“Terima kasih kepada seluruh Tim Pendamping Keluarga, penyuluh, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Kehadiran kita hari ini mencerminkan semangat gotong royong untuk memastikan anak-anak Jeneponto tumbuh sehat dan mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Paris Yasir secara khusus mengapresiasi kontribusi jajaran TNI dan Polri yang bertindak sebagai mitra strategis pemerintah daerah di lapangan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, penyuluh KB, kader, dan Tim Pendamping Keluarga merupakan kekuatan besar yang kita miliki. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program pemerintah agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa ketersediaan data yang akurat, valid, dan mutakhir merupakan kunci utama keberhasilan program penurunan stunting.
Atas dasar tersebut, inovasi GESIT Data Presisi dihadirkan guna mengintegrasikan data keluarga berisiko stunting maupun balita stunting secara *real-time* dan tepat sasaran.
“Data yang presisi merupakan fondasi dalam pengambilan kebijakan. Dengan data yang akurat, setiap intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pada momentum yang sama, Bupati turut meluncurkan Gerakan Pengukuran Ulang Serentak Anak Balita Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan Balita Stunting yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 23 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto. Langkah strategis ini diambil guna memastikan validitas data sebelum pelaksanaan survei status gizi nasional.
“Percepatan penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi yang kuat agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambah Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jeneponto, St. Meriam, menyatakan bahwa implementasi inovasi ini akan menjadi landasan utama pengambilan keputusan yang akuntabel.
“Terima kasih kepada seluruh Tim Pendamping Keluarga, kader, penyuluh KB, tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Setelah apel siaga ini, mari kita fokus menyukseskan agenda pengukuran ulang serentak agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sebagai penutup, seluruh pemangku kepentingan yang terlibat melakukan penandatanganan komitmen bersama. Melalui GESIT Data Presisi, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk membangun kebijakan berbasis data dan kolaborasi yang terukur demi mewujudkan daerah yang bebas dari stunting.


















































