Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare

6 hours ago 4

Newswire

Newswire Rabu, 23 September 2026 08:07 WIB

Target 2.612 Hektare, Tanam Modern Pekalongan Baru 32,5 Hektare

Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id

Harianjogja.com, PEKALONGAN— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah, terus memperluas pelaksanaan Gerakan Tanam Pertanian Modern-Advanced Agriculture System untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

Namun, hingga 22 September 2026, realisasi program tersebut baru mencapai 32,5 hektare. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan Pemkab Pekalongan untuk mencakup lahan seluas 2.612 hektare selama 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

"Program tersebut ditargetkan dapat mencakup lahan seluas 2.612 hektare selama 2026. Namun hingga 22 September 2026, realisasinya baru mencapai 32,5 hektare sejak program mulai digulirkan pada Agustus 2026," katanya di Pekalongan, Rabu.

Perluasan Penanaman Dilakukan Bertahap

Gerakan tanam kembali dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Sikunang, Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen, dengan cakupan lahan seluas 1 hektare.

Menurut Yudhi, gerakan tanam tersebut menjadi bagian dari upaya berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong keterlibatan penyuluh, kelompok tani, hingga petani agar pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal.

"Tentu diperlukan kerja sama, dan sinergi semua pihak, terutama pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan para petani," katanya.

Yudhi mengakui capaian Gerakan Tanam Pertanian Modern terpadu saat ini masih jauh dari sasaran yang telah ditetapkan, yakni 2.612 hektare pada tahun ini.

"Oleh karena itu, kami menggiatkan perluasan penanaman secara bertahap di berbagai wilayah," ujarnya.

Petani Dapat Pendampingan Teknis

Dalam pelaksanaannya, petani juga memperoleh pendampingan teknis dari penyuluh pertanian bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Pendampingan tersebut diberikan sejak tahap awal budi daya. Tahapannya meliputi persiapan lahan dan penanaman hingga pemeliharaan tanaman, pengendalian hama maupun penyakit, serta menjelang panen.

"Kami berharap produktivitas lahan pertanian dapat terus meningkat. Program tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan dan kemandirian pangan di daerah," katanya.

Pemkab Pekalongan terus mendorong perluasan gerakan tanam tersebut secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur yang berkaitan dengan sektor pertanian. Langkah itu diarahkan agar pemanfaatan lahan dapat semakin optimal dan produksi pertanian meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news