Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak

3 hours ago 2

Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n

Harianjogja.com, BALIKPAPAN— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi perhatian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 1.470 kejadian karhutla sepanjang 2026 dengan total luas area terdampak mencapai 6.333 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi mengatakan peningkatan kejadian karhutla tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca kering akibat fenomena El Nino yang masih berlangsung.

“Kalau kita lihat, sampai dengan kemarin sudah mencapai 1.470 titik kejadian kebakaran, bukan lagi hotspot. Luasannya mencapai 6.333 hektare,” ujar Buyung dalam keterangannya, Selasa (22/8/2026).

Kukar Catat Luasan Karhutla Terbesar

Berdasarkan data BPBD Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan luasan area kebakaran terbesar.

Luas area terdampak di Kukar mencapai sekitar 2.026,02 hektare dari 263 kejadian. Berikutnya, Kabupaten Kutai Barat mencatat luas terdampak sekitar 1.126,76 hektare dari 154 kejadian.

Kabupaten Paser menyusul dengan luas area terdampak mencapai 1.105,75 hektare dari 364 kejadian. Sementara Kabupaten Berau mencatat sekitar 820,31 hektare dari 165 kejadian.

Jika dilihat berdasarkan jenis area yang terbakar, mayoritas karhutla terjadi di kawasan lahan non-hutan.

Dari total luas terbakar sekitar 6.276,20 hektare, area lahan mencapai 4.511,50 hektare. Kemudian area hutan sekitar 1.726,20 hektare dan kebun sekitar 38,50 hektare.

El Nino Bikin Vegetasi Mudah Terbakar

Buyung menjelaskan kondisi kekeringan membuat vegetasi menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut diperparah oleh kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino.

"Kondisi kemarau dengan El Nino menyebabkan vegetasi di bawah menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Dampaknya bukan hanya kebakaran, tetapi juga muncul gangguan asap dan ancaman terhadap sektor pertanian," jelasnya.

BPBD Kaltim juga mencatat adanya tren peningkatan kejadian karhutla pada September 2026.

Berdasarkan data hingga 20 September, total hotspot yang terpantau mencapai 25.576 titik. Rinciannya, kategori hotspot tertinggi mencapai 1.270 titik, kategori medium sebanyak 22.622 titik, dan kategori rendah 1.684 titik.

Sementara itu, jumlah kejadian kebakaran sejak Januari hingga September mencapai 1.451 kejadian.

Asap Karhutla Ganggu Berbagai Aktivitas

Dampak karhutla di Kaltim tidak hanya terlihat dari luas area yang terbakar. BPBD juga mencatat adanya dampak terhadap kualitas udara akibat asap kebakaran di sejumlah wilayah.

Asap dapat bertahan di atmosfer karena kondisi cuaca kering dan minim hujan. Situasi tersebut berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

"Dampak asap ini multidimensi. Tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu penerbangan, aktivitas pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news