
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku Mengenali Narkoba Menjauhi Bahayanya di Balai Gotong Royong Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis (13/8/2026)./ Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
JOGJA— Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar. Karena itu, mengenali bahaya narkoba sejak awal penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan sedini mungkin.
Hal tersebut mengemuka dalam bedah buku bertajuk Mengenali Narkoba Menjauhi Bahayanya yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Balai Gotong Royong Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis (13/8/2026).
Dalam diskusi tersebut hadir Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman dan praktisi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jogja, Luk Luk Sihjati, sebagai narasumber. Perwakilan penerbit buku, Wahyu Wibowo, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wahyu mengatakan persoalan narkoba tidak bisa dilihat sebatas masalah pribadi pengguna. Menurutnya, seseorang yang terlibat narkoba hampir selalu berkaitan dengan lingkungan pergaulan, teman, rekan kerja, bahkan keluarga.
“Ketika seseorang sudah berdekatan dengan narkoba, persoalannya bukan lagi hanya tentang dirinya sendiri. Penggunaan narkoba pasti melibatkan lingkungan di sekitarnya, baik teman, rekan kerja maupun keluarga,” kata Wahyu.
Dia menyebut lingkungan pergaulan dapat menjadi salah satu pintu masuk penyebaran narkoba, termasuk melalui tongkrongan anak muda maupun aktivitas pertemuan warga. Terlebih, akses terhadap narkoba di sejumlah wilayah dinilai cukup mudah sehingga kewaspadaan masyarakat diperlukan.
Wahyu menjelaskan keterlibatan seseorang dengan narkoba kerap bermula dari keinginan mencoba. Penggunaan yang terus berulang kemudian dapat berkembang menjadi adiksi atau kecanduan yang membuat seseorang semakin sulit mengendalikan diri.
“Adiksi tidak selalu datang sekaligus, tetapi terbentuk melalui proses pengulangan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak awal sebelum seseorang benar-benar terlibat,” ujarnya.
Menurutnya, dampak narkoba juga dapat menyentuh fungsi otak, kondisi fisik, emosi, perilaku, hingga hubungan keluarga. Perubahan emosi dan perilaku pengguna bahkan berpotensi memicu konflik di dalam rumah serta mendorong tindakan berisiko ketika seseorang berusaha mendapatkan narkoba.
Pentingnya Pengetahuan
Praktisi BNN Kota Jogja, Luk Luk Sihjati, mengatakan masyarakat perlu mengenali narkoba secara benar sebelum dapat melakukan pencegahan. Pengetahuan tersebut mencakup jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, pola peredaran, hingga langkah penanganan dan rehabilitasi bagi korban.
Luk Luk menjelaskan buku Mengenali Narkoba Menjauhi Bahayanya juga membahas perubahan tren narkoba dari waktu ke waktu. Menurutnya, narkoba merupakan persoalan yang dinamis karena jenis zat dan pola ancamannya terus berkembang. Karena itu, masyarakat perlu terus memperbarui pengetahuan dan kewaspadaan.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan kegiatan bedah buku tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis dan bahaya narkoba. Edukasi dinilai penting agar masyarakat dapat ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
“Ini kegiatan yang memang diinisiasi untuk mengatasi permasalahan narkoba dan turunannya. Kami ingin memberikan masukan kepada masyarakat supaya mengetahui jenis dan bahaya narkoba serta semakin sadar terhadap persoalan tersebut,” ujar Budi.
Budi menambahkan, penanggulangan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, pengawasan perlu dimulai dari lingkungan paling bawah, termasuk RT, RW, dan masyarakat sekitar. Sementara itu, aparat yang memiliki kewenangan tetap menjalankan fungsi pemantauan dan penanganan.
“Bicara pengawasan narkoba, harus dari tingkat lingkup paling bawah, dari RT, RW, dan lingkungan. Untuk pemangku kepentingan yang menangani persoalan ini tentu ada aparat yang memang memiliki kewajiban dan tugas untuk memantau serta mengawasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya membaca masyarakat.
“Kemampuan literasi diperlukan agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar di tengah derasnya informasi media sosial, termasuk informasi mengenai narkoba,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

6 hours ago
5

















































