Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 20:37 WIB

Pesawat Japan Airlines tengah parkir di Bandara Haneda, Jepang./Bloomber
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar gembira datang bagi para wisatawan yang merencanakan liburan ke Negeri Sakura. Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi akan lebih terjangkau mulai September 2026. Penurunan ini menyusul keputusan dua maskapai penerbangan utama Jepang, All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL), untuk memangkas biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) yang selama beberapa bulan terakhir berada di level tinggi.
Biaya tambahan bahan bakar adalah komponen yang lazim ditambahkan ke tarif penerbangan internasional untuk membantu maskapai mengantisipasi fluktuasi harga avtur. ANA dan JAL secara rutin meninjau besaran biaya ini setiap dua bulan, berdasarkan pergerakan harga bahan bakar dalam periode sebelumnya.
Penurunan Biaya Tambahan Mulai September
Maskapai ANA telah menetapkan daftar biaya tambahan bahan bakar baru yang berlaku untuk tiket yang diterbitkan pada 1 September hingga 31 Oktober 2026. Keputusan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: situasi di Timur Tengah yang mulai mereda serta langkah darurat pemerintah Jepang yang memberikan subsidi bahan bakar pesawat.
"Mengingat situasi di Timur Tengah dan dengan mempertimbangkan dampak dari langkah-langkah darurat pemerintah Jepang untuk mengurangi perubahan drastis, termasuk subsidi bahan bakar pesawat, kami telah mengurangi tarif untuk pembelian yang dilakukan antara 1 September 2026 dan 31 Oktober 2026," demikian pernyataan resmi ANA di situs web mereka.
Untuk penerbangan dari Indonesia ke Jepang, biaya tambahan bahan bakar yang dibebankan mulai 1 September 2026 adalah sekitar Rp3,69 juta. Nilai ini tidak bergantung pada tempat pembelian tiket.
Perlu dicatat, angka tersebut hanya mencakup biaya tambahan bahan bakar, belum termasuk biaya asuransi dan komponen lain. Dengan demikian, total harga tiket pesawat ke Jepang bisa mencapai dua kali lipat dari angka tersebut.
Perbandingan dengan Periode Sebelumnya
Sebagai gambaran, pada periode 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, biaya tambahan bahan bakar untuk rute Indonesia-Jepang dibebankan sebesar sekitar Rp5,1 juta. Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp1,4 juta atau hampir 28 persen.
Dalam mata uang yen, biaya tambahan untuk rute Jepang-Hawaii/India/Indonesia turun dari 40.400 yen menjadi 35.800 yen per orang per satu arah. Sementara untuk rute Jepang-Eropa/Amerika Utara, biaya tambahan turun dari 65.000 yen menjadi 55.000 yen.
Bagaimana dengan JAL dan Maskapai Lain?
Meskipun JAL belum merilis daftar resmi biaya tambahan bahan bakar untuk rute Indonesia berdasarkan tiket September-Oktober 2026, secara historis tarif mereka setara dengan ANA. Dengan demikian, besar kemungkinan JAL akan mengikuti langkah serupa.
Namun perlu diingat, biaya tambahan bahan bakar ditetapkan secara independen oleh masing-masing maskapai. Penurunan oleh ANA dan JAL tidak serta merta berarti maskapai lain akan menurunkan biaya tambahan mereka sendiri.
Waktu Terbaik Memesan Tiket
Berkaca pada biaya tambahan bahan bakar sepanjang tahun 2026, tarif baru untuk maskapai ANA dan JAL per September-Oktober 2026 adalah yang termurah sejak 1 Mei 2026.
Kesimpulannya, bagi Anda yang berencana memesan penerbangan ke Jepang, sebaiknya tunda hingga 1 September 2026 ketika biaya tambahan bahan bakar baru mulai berlaku untuk tiket yang dibeli dari 1 September hingga 31 Oktober 2026. Dengan begitu, Anda bisa menikmati penghematan yang cukup signifikan untuk liburan impian ke Negeri Sakura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3

















































