Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 19:37 WIB

Pendukung Persib Bandung / Persib.co.id
Harianjogja.com, JOGJA— Kabar buruk menghampiri Persib Bandung di tengah persiapan menghadapi kompetisi Asia musim depan. Komite Banding Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menolak seluruh permohonan banding yang diajukan Maung Bandung terkait sanksi kericuhan suporter saat laga melawan Ratchaburi FC pada AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Keputusan tersebut membuat seluruh hukuman yang dijatuhkan AFC berkekuatan hukum tetap dan wajib dijalankan Persib.
Komite Banding AFC melalui putusan tertanggal 13 Agustus 2026 menyatakan seluruh permohonan banding Persib ditolak. Dengan demikian, keputusan Komite Disiplin AFC yang diumumkan pada Mei 2026 tetap berlaku sepenuhnya dan tidak dapat diajukan banding kembali.
Penolakan tersebut menjadi pukulan berat bagi Maung Bandung yang sebelumnya berharap mendapatkan pengurangan sanksi, terutama terkait denda finansial dan hukuman pertandingan tanpa penonton.
Denda Persib Bertambah
Selain menguatkan hukuman sebelumnya, AFC juga membebankan biaya operasional proses banding kepada Persib.
Klub asal Jawa Barat itu diwajibkan membayar tambahan biaya sebesar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17 juta. Tambahan tersebut membuat total beban finansial yang harus ditanggung Persib semakin besar.
Keputusan ini sekaligus menutup seluruh proses hukum yang ditempuh Persib di tingkat AFC.
Rincian Sanksi yang Harus Dijalani Persib
Dengan ditolaknya banding, Persib tetap wajib menjalankan seluruh hukuman yang telah dijatuhkan AFC sebelumnya.
Berikut sanksi yang tetap berlaku:
1. Denda Rp3,5 Miliar
Persib dikenakan denda sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar.
AFC memberikan tenggat waktu 30 hari sejak putusan diterima untuk melunasi kewajiban tersebut.
2. Dua Laga Kandang Tanpa Penonton
Persib harus menjalani dua pertandingan kandang kompetisi antarklub Asia tanpa kehadiran suporter.
Salah satu laga yang terkena dampak langsung adalah pertandingan playoff ACL 2 musim 2026/2027 melawan Manila Digger yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Artinya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan kosong dari dukungan Bobotoh saat Persib berjuang merebut tiket ke fase berikutnya.
3. Masa Percobaan Dua Tahun
AFC juga menetapkan masa percobaan selama dua tahun.
Jika dalam periode tersebut terjadi pelanggaran serupa, maka hukuman tambahan dapat dijatuhkan secara akumulatif dan sanksi yang ditangguhkan akan kembali diberlakukan.
Kericuhan Bobotoh Jadi Pangkal Masalah
Sanksi berat ini berawal dari pertandingan leg kedua babak 16 besar ACL 2 antara Persib dan Ratchaburi FC di Stadion GBLA pada 18 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut terjadi sejumlah pelanggaran yang menjadi perhatian AFC.
Komite Banding menilai Persib melanggar beberapa pasal dalam Kode Disiplin dan Etika AFC, yakni:
- Pasal 65.1 tentang tanggung jawab klub terhadap perilaku suporter.
- Pasal 64.1 terkait penyelenggaraan pertandingan.
- Pasal 35 mengenai keselamatan dan keamanan pertandingan.
Daftar Pelanggaran yang Disorot AFC
Dalam dokumen putusan, AFC menyoroti sejumlah insiden yang terjadi selama dan setelah pertandingan berlangsung.
Beberapa pelanggaran tersebut meliputi:
- Penyalaan flare dan kembang api di tribune stadion.
- Pelemparan benda ke lapangan, termasuk botol, sampah, dan pecahan kursi.
- Perusakan fasilitas stadion.
- Tindakan intimidasi terhadap perangkat pertandingan dan tim lawan.
- Tuduhan suap kepada perangkat pertandingan.
- Invasi lapangan oleh suporter setelah laga berakhir.
- Kegagalan panitia pelaksana menjaga keamanan serta jalur evakuasi stadion.
Rangkaian insiden tersebut dinilai AFC sebagai pelanggaran serius terhadap standar keamanan kompetisi antarklub Asia.
Tantangan Besar Persib di ACL 2
Keputusan AFC membuat Persib harus menghadapi tantangan tambahan di kompetisi Asia musim ini.
Selain menanggung kerugian finansial akibat denda miliaran rupiah, Maung Bandung juga kehilangan keuntungan bermain dengan dukungan langsung puluhan ribu Bobotoh saat menjamu lawan di Stadion GBLA.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi atmosfer pertandingan, terutama ketika Persib menghadapi Manila Digger pada babak playoff ACL 2 2026/2027.
Meski demikian, skuad asuhan Bojan Hodak tetap dituntut tampil maksimal demi menjaga peluang melangkah ke fase grup kompetisi antarklub Asia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
3

















































