Salah satu pedagang sembako di Pasar Beringharjo - Harian Jogja - Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mencatat pasokan pangan di Jogja dipastikan aman dengan 12 komoditas utama tercatat surplus dan memiliki ketahanan stok lebih dari satu bulan ke depan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, menyebut kondisi ini menunjukkan kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya permintaan saat libur Lebaran. Dia memastikan pasokan pangan selama momen libur Lebaran 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi.
Hal ini berdasarkan pemantauan terhadap 12 komoditas pangan utama pada periode minggu kedua Maret 2026. Ia menuturkan secara umum ketersediaan pangan di Jogja terpantau stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Secara umum pasokan pangan di Kota Jogja aman [selama libur Lebaran],” ujarnya pada Minggu (22/3/2026).
Sukidi menjelaskan untuk komoditas beras pasokan tercatat mencapai 1.847 ton dengan kebutuhan 1.383 ton, sehingga terdapat surplus sekitar 463 ton dengan ketahanan stok sekitar 1,3 bulan. Stok ini berasal dari pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor di wilayah Jogja.
Sementara itu, jagung memiliki pasokan 9,34 ton dengan kebutuhan 9,22 ton, sehingga surplus tipis dengan ketahanan stok sekitar 1,1 bulan. Sementara kedelai pasokannya mencapai 186,59 ton dengan kebutuhan 124 ton, sehingga terdapat surplus 62 ton dan ketahanan stok sekitar 1,5 bulan.
Pada komoditas hortikultura, cabai besar tercatat memiliki pasokan 46,30 ton dengan kebutuhan 43 ton, sedangkan cabai rawit 32,1 ton dengan kebutuhan 27,6 ton. “Keduanya masih menunjukkan kondisi surplus dengan ketahanan stok di atas satu bulan,” jelasnya.
Kemudian, pada komoditas bawang merah memiliki pasokan 57,57 ton dan kebutuhan 46,5 ton, sementara bawang putih mencapai 65 ton dengan kebutuhan 45 ton. Kedua komoditas tersebut juga dinyatakan aman dengan ketahanan stok lebih dari satu bulan.
Kemudian, untuk telur ayam ras memiliki pasokan 719,34 ton dengan kebutuhan 621,90 ton, sedangkan daging ayam ras mencapai 394,71 ton dengan kebutuhan 311,48 ton. Daging sapi juga tercatat surplus dengan pasokan 67,35 ton dan kebutuhan 46,34 ton.
Selain itu, minyak goreng memiliki pasokan 196,36 ton dengan kebutuhan 117 ton, dan gula pasir sebagai komoditas strategis terakhir juga dalam kondisi aman dengan pasokan yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
1

















































