Sambut 143 Juta Pemudik, Kemkomdigi Luncurkan Layanan MudikPedia 2026

10 hours ago 5

Sambut 143 Juta Pemudik, Kemkomdigi Luncurkan Layanan MudikPedia 2026 Foto ilustrasi mudik Lebaran. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—MudikPedia 2026 kembali diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebagai panduan digital mudik Lebaran yang memuat berbagai informasi penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kehadiran MudikPedia 2026 ini diharapkan membantu pemudik memperoleh informasi resmi dan terkini sehingga perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih aman dan nyaman.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya menjelaskan MudikPedia 2026 dirancang sebagai pusat informasi terpadu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan perjalanan mudik dalam satu platform digital. Panduan ini dihadirkan untuk mendukung masyarakat agar dapat mempersiapkan perjalanan mudik Lebaran secara lebih matang.

“Melalui MudikPedia, masyarakat bisa memperoleh informasi resmi dan terkini agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman,” katanya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Melalui MudikPedia 2026, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi mudik dari sejumlah instansi pemerintah dalam satu tautan. Informasi tersebut mencakup pantauan lalu lintas, jalur mudik, layanan kesehatan, hingga prakiraan cuaca yang dapat membantu pemudik menentukan rute perjalanan.

Beragam layanan informasi yang tersedia dalam MudikPedia 2026 antara lain meliputi:

  • Informasi jalur mudik dari Kementerian Perhubungan dan Bina Marga
  • Program mudik gratis bagi masyarakat
  • Pantauan lalu lintas melalui CCTV di jalan tol dan pelabuhan
  • Layanan pemesanan tiket kereta api dan kapal ferry
  • Lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
  • Prakiraan cuaca dari BMKG
  • Informasi penukaran uang Lebaran dari Bank Indonesia

Kementerian Perhubungan sebelumnya memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Besarnya potensi mobilitas masyarakat tersebut mendorong pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Berbagai langkah tersebut antara lain meliputi pemeriksaan kelaikan moda transportasi, penambahan armada transportasi, penyelenggaraan program mudik gratis, serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti contra flow dan one way di sejumlah ruas jalan utama.

Dengan adanya MudikPedia 2026 yang menyajikan informasi terpadu, pemerintah berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik sehingga perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman dan lancar.

Selain itu, Kemkomdigi juga memprediksi adanya lonjakan trafik jaringan telekomunikasi selama periode Lebaran 2026. Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyebut trafik telekomunikasi diperkirakan meningkat hingga sekitar 40 persen selama masa libur Lebaran.

"Ini (momen libur Lebaran 2026) kurang lebih ada dua minggu. Implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi yang diperkirakan dalam laporan sekitar 30-40 persen," kata Ismail.

Lonjakan trafik telekomunikasi pada Lebaran 2026 diperkirakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain durasi libur yang lebih panjang sehingga memicu mobilitas masyarakat serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dianjurkan pemerintah.

Untuk mengantisipasi peningkatan trafik tersebut, pemerintah bersama operator seluler melakukan pemantauan dan penguatan jaringan telekomunikasi secara masif. Pengawasan dilakukan melalui satuan tugas (satgas) yang ditempatkan di posko khusus pemantauan telekomunikasi selama periode 13-29 Maret 2026 guna memastikan layanan komunikasi tetap optimal selama arus mudik hingga perayaan Lebaran berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news