Art is All Around 3 Hadirkan Ruang Ekspresi untuk 100 Seniman

2 hours ago 4

Art is All Around 3 Hadirkan Ruang Ekspresi untuk 100 Seniman

Kurator karya (kanan) sedang membuka pameran Art is All Around 3 di Rooftop Porta by Ambarukmo, Jumat (9/5/2026)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Art is All Around 3 Hadirkan Ruang Ekspresi untuk Lebih dari 100 Seniman di PORTA by Ambarrukmo

SLEMAN—Rooftop PORTA by Ambarrukmo tampak berbeda dari biasanya. Salah satu dinding area tersebut dipenuhi ratusan karya seni multimedia yang tertata rapi dalam medium seragam berbentuk lingkaran. Meski menggunakan format yang sama, setiap karya menghadirkan interpretasi dan ekspresi yang berbeda.

Tak hanya menghadirkan seniman profesional, pameran ini juga melibatkan masyarakat luas. Bahkan, peserta termuda yang ikut memamerkan karya disebut masih berusia sembilan bulan.

Pameran seni kolektif bertajuk Art is All Around 3 resmi dibuka di PORTA by Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026). Pameran yang digagas Versus Project ini menghadirkan lebih dari 100 seniman dengan latar belakang, usia, dan pendekatan artistik yang beragam, mulai dari anak-anak hingga seniman profesional.

Pameran berlangsung hingga 30 Juni 2026 dan menempati sejumlah ruang publik di PORTA by Ambarrukmo, termasuk area lobi dan rooftop hotel. Konsep ruang terbuka dipilih untuk mendekatkan seni kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman menikmati karya dalam suasana santai dan inklusif.

Kurator pameran, Eko Nugroho, menjelaskan Art is All Around 3 mengusung pendekatan kuratorial terbuka. Seluruh karya yang dikirim peserta dipamerkan tanpa seleksi berdasarkan gaya, teknik, maupun tingkat profesionalitas.

“Konsep kuratorialnya adalah semua orang seniman, semua karya penting untuk ditampilkan,” ujar Eko.

Menurutnya, pameran ini tidak bertujuan menghakimi karya sebagai baik atau buruk, melainkan menghadirkan ruang bagi ekspresi yang jujur dari setiap pembuat karya.

Ia menambahkan, keberagaman karya justru menjadi kekuatan utama dalam pameran tersebut. Seluruh karya dipresentasikan sebagai satu kesatuan visual yang saling melengkapi dan memberikan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung.

“Kesenian tidak berhenti pada penilaian artistik atau tidak artistik, realis atau nonrealis. Semua saling mengisi dan memberikan pengalaman berbeda bagi penontonnya,” katanya.

Proses persiapan pameran dimulai sekitar tiga bulan sebelumnya melalui sistem open call. Peserta diberikan medium yang sama untuk diolah menjadi karya sesuai ekspresi masing-masing, dengan batas maksimal dua karya per peserta.

Keunikan lain terlihat dari keberagaman peserta yang terlibat. Tidak hanya menghadirkan nama-nama profesional di dunia seni rupa dan street art, pameran ini juga memberi ruang bagi anak-anak.

Marketing Communication PORTA by Ambarrukmo, Precillia Grace, mengatakan kolaborasi dengan Versus Project menjadi bagian dari upaya memperkuat ruang kreatif di Yogyakarta.

“PORTA sering mengadakan berbagai kolaborasi, tidak hanya pameran seni, tetapi juga musik dan olahraga. Untuk Art is All Around 3, kami memanfaatkan rooftop dan lobi sebagai ruang pamer,” kata Precillia.

Menurutnya, penyelenggaraan pameran sengaja dilakukan menjelang musim seni di Yogyakarta yang biasanya berlangsung pada Juni hingga Juli.

PORTA juga tidak membatasi akses hanya untuk tamu hotel. Area rooftop What The Deck dibuka untuk masyarakat umum agar publik dapat menikmati karya sambil bersantai.

“Konsepnya semi-outdoor dan lebih kasual. Jadi masyarakat Yogyakarta yang ingin nongkrong atau sekadar hangout tetap bisa menikmati karya seni di tempat kami,” ujarnya.

Selain menjadi ruang apresiasi, sejumlah karya dalam pameran juga dapat dibeli oleh pengunjung. Peserta diberi kebebasan menentukan apakah karya mereka dijual atau tidak, lengkap dengan harga yang dicantumkan dalam formulir panitia.

Salah satu peserta, Yoseph Novi Christianto, menampilkan karya bertajuk Lingkar Semesta yang menggambarkan keterhubungan antarperistiwa dalam kehidupan.

“Segala hal itu pasti terhubung dan kadang-kadang kita tidak sadar hubungan itu ada. Itu yang saya gambarkan dalam karya ini,” ujar Yoseph.

Pameran Art is All Around 3 terbuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–23.00 WIB hingga 30 Juni 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news