Rupiah Menguat ke Rp17.922, Dipicu Efisiensi Anggaran

6 hours ago 3

Rupiah Menguat ke Rp17.922, Dipicu Efisiensi Anggaran

Ilustrasi uang rupiah - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026) sore, di tengah sentimen positif dari kebijakan fiskal pemerintah dan intervensi Bank Indonesia (BI).

Rupiah ditutup menguat 21 poin atau 0,12% ke level Rp17.922 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.943 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong respons positif pelaku pasar terhadap langkah pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi anggaran, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggaran Badan Gizi Nasional dalam APBN 2026 telah disesuaikan. Pagu MBG dipangkas dari rencana awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026)

Ia menambahkan, alokasi tersebut bahkan kembali mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp228,38 triliun sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal.

Pemerintah juga disebut tengah mengkaji kemungkinan pemangkasan tambahan hingga Rp50 triliun. Langkah ini dilakukan untuk merespons tekanan ekonomi global, menjaga defisit anggaran, serta meningkatkan tata kelola program.

Di sisi lain, Bank Indonesia turut memperkuat stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di tiga lini utama, yakni pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Langkah agresif tersebut dinilai efektif meredam volatilitas rupiah yang sebelumnya sempat mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

“Jika tekanan pelemahan berlanjut, BI berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan, meskipun dalam dua bulan terakhir sudah naik 100 basis poin. Yang dibutuhkan pasar saat ini adalah kepastian arah kebijakan dan koordinasi erat antara moneter dan fiskal,” jelas Ibrahim.

Dari sisi komunikasi, BI juga dinilai perlu terus menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk memastikan kecukupan cadangan devisa serta efektivitas instrumen stabilisasi yang dimiliki.

Hal ini penting untuk mencegah dampak lanjutan seperti lonjakan inflasi maupun gangguan pada stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, berdasarkan data Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah justru tercatat melemah ke level Rp17.962 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.942 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news