Jumali Rabu, 24 Juni 2026 09:17 WIB

Bosnia vs Qatar/X: QFA_EN
Harianjogja.com, JOGJA—Qatar dan Bosnia-Herzegovina akan menjalani pertandingan paling menentukan mereka di fase grup Piala Dunia 2026 saat bertemu di Seattle International Stadium, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama berada dalam posisi terjepit setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pertama.
Laga ini menjadi penentuan nasib karena hasil imbang tidak akan cukup untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar. Dengan koleksi dua poin, baik Qatar maupun Bosnia diperkirakan sulit bersaing dalam perebutan delapan slot peringkat ketiga terbaik.
Qatar dan Bosnia sebenarnya memulai turnamen dengan hasil yang masih memberikan harapan. Qatar berhasil mencuri satu poin setelah mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir saat menghadapi Swiss. Sementara Bosnia menahan Kanada dengan skor 1-1 pada pertandingan pembuka.
Namun, situasi berubah drastis pada laga kedua. Qatar mengalami kekalahan telak 0-6 dari Kanada dalam pertandingan yang diwarnai dua kartu merah. Homam Al-Amin lebih dulu diusir wasit pada menit ke-33, sedangkan Assim Madibo menyusul pada babak kedua. Insiden tekel Madibo juga menyebabkan gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki.
Bosnia juga gagal meraih hasil positif ketika berhadapan dengan Swiss. Mereka sempat bertahan selama lebih dari 70 menit sebelum akhirnya menyerah 1-4. Kondisi semakin sulit setelah Tarik Muharemovic menerima kartu merah pada menit ke-80 akibat pelanggaran sebagai pemain terakhir.
Kekalahan dengan selisih gol besar membuat posisi kedua tim kurang menguntungkan. Bosnia kini memiliki selisih gol minus tiga, sedangkan Qatar minus enam. Faktor tersebut dapat menjadi penentu penting apabila persaingan peringkat ketiga terbaik harus ditentukan melalui selisih gol.
Situasi tersebut diperkirakan membuat pertandingan berjalan lebih terbuka dibandingkan dua laga sebelumnya. Kedua tim tidak memiliki pilihan selain tampil menyerang demi memburu kemenangan.
Qatar dipastikan kehilangan Homam Al-Amin dan Assim Madibo yang harus menjalani hukuman akibat kartu merah. Di kubu Bosnia, absennya Tarik Muharemovic juga menjadi pukulan bagi lini belakang tim asuhan Sergej Barbarez.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, tetap menunjukkan optimisme menjelang laga krusial tersebut. Ia menilai timnya masih memiliki peluang untuk memperpanjang perjalanan di turnamen.
"Ada negara-negara lain, negara-negara besar, mereka menyaksikan Piala Dunia di TV—dan kami berada di sini. Sekarang kami memiliki satu laga final di depan kami," ujar Lopetegui.
Ia juga mengisyaratkan kemungkinan perubahan pendekatan permainan dengan memberikan ruang lebih besar bagi Akram Afif dan memainkan penyerang murni sejak awal pertandingan.
Di sisi lain, Bosnia datang dengan status sedikit lebih diunggulkan. Tim ini berhasil mencapai putaran final setelah menyingkirkan Italia melalui adu penalti pada babak kualifikasi.
Meski kehilangan Muharemovic, Barbarez menegaskan bahwa skuadnya tetap memiliki cukup kualitas untuk mengatasi situasi tersebut.
"Saya tidak suka mengeluh. Saya pikir kami memiliki jumlah pemain bagus yang cukup untuk menggantikannya," kata Barbarez.
Sementara itu, kapten Bosnia, Edin Dzeko, diperkirakan kembali menjadi andalan utama di lini depan untuk memimpin perburuan gol kemenangan.
Saat ini Kanada memimpin klasemen Grup B dengan empat poin dan selisih gol +6. Swiss berada di posisi kedua dengan empat poin dan selisih gol +3. Bosnia menempati peringkat ketiga dengan satu poin dan selisih gol -3, sedangkan Qatar berada di dasar klasemen dengan satu poin dan selisih gol -6.
Karena itu, kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim. Siapa pun yang mampu mengamankan tiga poin akan menjaga peluang melaju ke babak 32 besar, baik melalui posisi runner-up grup maupun jalur peringkat ketiga terbaik. Seattle pun akan menjadi saksi pertarungan hidup mati dua negara yang sama-sama berusaha mempertahankan mimpi mereka di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































