JPO Viral di Rasuna Said Dibongkar, Ini Alasan Pramono Anung

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 09:07 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

JPO tersebut sebelumnya viral di media sosial dan dijuluki JPO "Love-Hate Relationship" karena keberadaan dua jembatan penyeberangan dengan fungsi yang serupa di lokasi tersebut.

Pramono mengatakan salah satu JPO akan dibongkar karena dinilai tidak memenuhi aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

"Alasannya, yang satu JPO [di Rasuna Said] akan kita bongkar adalah karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas," kata Pramono setelah mengecek langsung JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, JPO lama tidak lagi memiliki lift sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengakses fasilitas tersebut, terutama penyandang disabilitas.

"Yang lama sudah tidak ada lift, sehingga tidak mudah untuk diakses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas," ujarnya.

Ada Perbedaan Ketinggian Akses

Pramono menjelaskan persoalan aksesibilitas juga berkaitan dengan perbedaan ketinggian antara akses JPO dengan area di sekitarnya.

Perbedaan ketinggian tersebut membuat pengguna dengan keterbatasan mobilitas kesulitan menggunakan fasilitas penyeberangan.

"Kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut," jelas Pramono.

Setelah JPO lama dibongkar, hanya satu jembatan penyeberangan yang akan dipertahankan di lokasi tersebut.

JPO yang dipertahankan merupakan fasilitas yang lebih baru. Pemprov DKI Jakarta juga memastikan fasilitas tersebut akan diperbaiki dan pemeliharaannya ditingkatkan.

Perbaikan mencakup akses bagi masyarakat serta memastikan fasilitas lift dapat berfungsi dengan baik sehingga lebih mudah digunakan oleh seluruh kelompok masyarakat.

"Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance-nya [perawatan] kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi 'Love and Hate', tidak lagi 'Love and Love', atau Love-nya satu aja," terang Pramono.

Dua JPO Punya Fungsi Serupa

Berdasarkan pengecekan Pramono bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, kedua JPO tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama.

Keduanya digunakan sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat sekaligus mendukung akses menuju fasilitas transportasi umum, termasuk layanan Light Rail Transit (LRT).

Perbedaan utama terletak pada usia dan desain bangunan. Salah satu JPO merupakan fasilitas yang dibangun Pemprov DKI Jakarta sejak lama, sedangkan jembatan lainnya merupakan fasilitas yang lebih baru dan berkaitan dengan LRT serta PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Yang satu, yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya), kalau dilihat desainnya, pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal. Sementara, yang satu dibuat oleh LRT dan juga KAI, ini yang lebih baru," ungkap Pramono.

Menurut Pramono, keberadaan dua JPO dengan fungsi yang sama di satu lokasi juga menjadi gambaran adanya persoalan dalam kebijakan pembangunan fasilitas publik pada masa lalu.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta memilih membongkar JPO lama dan mempertahankan fasilitas yang lebih baru. JPO yang dipertahankan selanjutnya akan diperbaiki agar lebih mudah diakses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news