Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 09:57 WIB

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tabrakan antara kereta barang dan kereta penumpang terjadi di wilayah Sveti Ivan Zabno, sekitar 65 kilometer dari Zagreb, Kroasia. Insiden tersebut menyebabkan 19 orang terluka, dengan enam penumpang mengalami luka serius dan 13 lainnya menderita luka ringan.
Radio dan Televisi Kroasia melaporkan kecelakaan itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 08.00 GMT atau pukul 15.00 WIB. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis dan sebagian harus dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Korban kecelakaan kereta tersebut dilarikan ke rumah sakit di Bjelovar dan Koprivnica. Beberapa korban lainnya kemudian dibawa ke rumah sakit di Zagreb untuk mendapatkan perawatan.
28 Orang Berada di Kereta Penumpang
Menurut media penyiaran Kroasia tersebut, kereta penumpang yang terlibat dalam tabrakan membawa 28 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 orang merupakan penumpang, sedangkan dua lainnya terdiri atas masinis dan kondektur.
Besarnya respons penanganan terlihat dari pengerahan tim medis dari beberapa wilayah. Sebuah helikopter juga dikerahkan untuk membantu proses pertolongan dan evakuasi para korban yang mengalami luka.
Hingga laporan tersebut disampaikan, penyebab tabrakan masih dalam proses penyelidikan. Sementara proses penanganan berlangsung, jalur kereta api di lokasi kecelakaan ditutup untuk lalu lintas.
Kecelakaan Kereta Masih Menjadi Tantangan
Peristiwa di Kroasia tersebut menambah catatan kecelakaan dalam transportasi perkeretaapian dunia. Sebelumnya, Eurostat mencatat frekuensi kecelakaan kereta api secara global masih terjadi setiap tahun.
Amerika Serikat disebut berada di peringkat pertama sebagai negara dengan frekuensi kecelakaan kereta terbanyak, dengan rata-rata lebih dari 120 insiden per tahun. Kondisi tersebut dikaitkan dengan luas jaringan rel Amerika Serikat yang melebihi 140.000 mil, sementara India dan Inggris berada setelahnya.
Meski angka kematian penumpang secara keseluruhan terus mengalami penurunan drastis dibandingkan dekade sebelumnya, sejumlah kecelakaan signifikan masih menjadi tantangan operasional perkeretaapian di berbagai negara. Gangguan di perlintasan dan tabrakan termasuk di antara persoalan yang masih perlu mendapat perhatian.
Deretan Tragedi Kereta Api Paling Mematikan
Sejarah transportasi modern juga mencatat sejumlah bencana kereta api dengan jumlah korban jiwa yang sangat besar. Salah satu tragedi paling mematikan terjadi pada 26 Desember 2004 ketika kereta Queen of the Sea di Sri Lanka tersapu gelombang tsunami Samudera Hindia.
Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 1.700 orang. Tragedi lain terjadi di Bihar, India, pada 1981 ketika kereta tergelincir akibat angin topan dan kegagalan rem. Peristiwa itu merenggut lebih dari 800 nyawa.
Sementara itu, kecelakaan Saint-Michel-de-Maurienne di Prancis pada 1917 juga menjadi salah satu tragedi besar dalam sejarah perkeretaapian. Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 700 penumpang.
Faktor Penyebab Kecelakaan Kereta
Analisis data keselamatan mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat memicu kecelakaan kereta api. Di antaranya kegagalan sistem pengereman, malfungsi persinyalan, perlintasan sebidang atau level crossing, hingga aktivitas tanpa izin di sekitar jalur rel.
Selain kelalaian manusia dan persoalan teknis pada infrastruktur, perubahan cuaca ekstrem juga semakin menjadi faktor yang meningkatkan kerentanan jalur rel di berbagai kawasan industri perkeretaapian.
Upaya mengurangi risiko kecelakaan kemudian diarahkan pada peningkatan sistem keselamatan. Modernisasi teknologi pemantauan otomatis serta peningkatan standar keselamatan pada perlintasan sebidang terus diupayakan guna meminimalisasi potensi kecelakaan di masa mendatang.
Dalam kasus tabrakan kereta barang dan kereta penumpang di Sveti Ivan Zabno, Kroasia, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Sementara itu, jalur kereta api di lokasi kejadian untuk sementara ditutup untuk lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































