KLIKPOSITIF – Pemerhati kebijakan hukum sekaligus praktisi hukum Sumatera Barat, Rodi Chandra menyoroti kasus viral seorang anak yang meninggal usai mendapatkan pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ia menegaskan bahwa manajemen rumah sakit harus bertanggung jawab secara terbuka.
“Transparansi itu wajib, bukan pilihan,” tegas Pendiri Lawyer Cendikia Institut ini kepada KLIKPOSITIF.
Menurutnya, keterbukaan akan membuat persoalan menjadi lebih terang.
Rodi juga menyebutkan rumah sakit harus memperbaiki apa yang dipersoalkan agar tidak terulang di masa depan.
Dirut M.Djamil Dovy Djanas yang dihubungi terpisah mengatakan timnya sedang melakukan audit investigasi untuk mengungkap kasus ini.
“Audit akan kami rampungkan dalam seminggu ini, ” ujarnya.
Sebelumnya, curahan hati seorang ibu bernama Nuri Khairma viral di media sosial. Ia mengungkap dugaan kelalaian medis yang dialami putranya, Alceo Hanan Flantika, selama menjalani perawatan di RSUP M. Djamil.
Dalam unggahannya, Nuri menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia menilai anaknya tidak mendapatkan penanganan optimal, mulai dari proses perawatan hingga pascaoperasi.
Ia mengungkap, dalam mediasi kedua yang digelar enam hari setelah kejadian, pihak rumah sakit hanya menyampaikan permintaan maaf atas pelanggaran SOP. Permintaan maaf itu pun dilakukan secara tertutup dan tidak dipublikasikan.
Nuri juga mempertanyakan tindak lanjut kasus tersebut, termasuk kemungkinan sanksi terhadap tenaga medis yang diduga terlibat.
Menurutnya, anaknya semula dirujuk dengan harapan mendapat perawatan intensif di ruang PICU infeksius. Namun, justru ditempatkan di HCU bedah yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasien.
Permintaan keluarga untuk mendapatkan fasilitas tambahan seperti ruang khusus atau perawat intensif juga disebut ditolak, dengan alasan ruang yang tersedia sudah dianggap terbaik.
Namun di lapangan, kondisi disebut jauh dari ideal. Pasien ditempatkan di ruang terbuka bercampur dengan pasien dewasa, yang dinilai berisiko tinggi terhadap infeksi.
Ia juga menyoroti lambatnya respons tenaga medis saat kondisi anaknya memburuk. Upaya keluarga mencari bantuan sejak dini hari disebut tidak mendapat penanganan serius karena dianggap keluhan biasa.
Kasus ini kini memicu reaksi luas di media sosial dan kembali membuka perdebatan soal kualitas layanan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera bagian tengah.

19 hours ago
10




















































