Prajurit TNI AU Pertama Kali Terjun dari Pesawat A400M

4 hours ago 3

Prajurit TNI AU Pertama Kali Terjun dari Pesawat A400M

TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim. /Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk pertama kalinya melakukan uji coba terjun payung dari pesawat angkut Airbus A400M di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026).

Uji coba tersebut menjadi bagian dari latihan bersama TNI AU dan Angkatan Udara Prancis dalam rangkaian Misi Pegase 2026. Sebelumnya, para penerjun TNI AU hanya melakukan penerjunan dari pesawat angkut jenis Hercules dan CN.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua pesawat A400M milik TNI AU dan Angkatan Udara Prancis melintas di atas terminal selatan Lanud Halim Perdanakusuma.

Saat berada tepat di atas terminal, pesawat A400M milik TNI AU membuka cargo door bagian belakang. Para prajurit kemudian melakukan terjun statis dari pesawat tersebut.

Pada waktu yang sama, pesawat A400M milik Prancis mengawal pesawat TNI AU dari belakang.

Prajurit TNI AU yang mengikuti penerjunan statis tersebut berasal dari Brigade Parako I Pasgat yang bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah menerjunkan para prajurit, dua pesawat angkut tersebut melanjutkan penerbangan dengan melakukan manuver atau fly pass.

Dalam manuver itu, pesawat A400M milik TNI AU terlihat berbelok dengan kemiringan yang cukup tajam. Sementara itu, pesawat A400M milik Prancis terbang lurus.

Latihan manuver antara pesawat TNI AU dan Angkatan Udara Prancis dalam rangkaian Misi Pegase 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma masih berlangsung hingga Rabu.

Prancis Bawa Rafale dan A400M ke Jakarta

Angkatan Udara Prancis memboyong jet tempur Rafale dan pesawat angkut Airbus A400M ke Jakarta untuk menjalankan persinggahan Misi Pegase 2026 di Indonesia.

Sebanyak empat jet Rafale dan dua Airbus A400M, bersama tiga pesawat tanker Airbus A330 MRTT, terlihat terparkir di apron Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

"Kami membawa sembilan pesawat dari tiga tipe, yang kami sebut sebagai kombinasi pemenang atau kombinasi ajaib," kata Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene kepada wartawan.

Sabene menjelaskan persinggahan Misi Pegase 2026 di Indonesia berlangsung pada 20-25 September 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis serta TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.

Indonesia baru kedatangan tiga unit pertama Rafale pada Januari 2026. Sementara itu, satu unit Airbus A400M tiba pada November 2025 dan unit kedua pada Maret 2026.

"Kami telah memiliki A400M dan Rafale lebih lama dari Anda, tetapi kami bersedia untuk saling berbagi praktik terbaik sehingga kita bisa belajar satu sama lain," ucap Sabane.

Wakil komandan Komando Operasi dan Pertahanan Udara Prancis tersebut menjelaskan Misi Pegase 2026 bermula dari 8 September hingga 15 Oktober, dengan total penerbangan sekitar 80 jam penerbangan dan 40.000 Km perjalanan.

Sebelum tiba di Jakarta, Misi Pegase 2026 yang terdiri sekitar 270 aviator menempuh penerbangan selama sembilan jam dari Jepang.

Indonesia Dinilai Mitra Strategis di Indo-Pasifik

Sabene menjelaskan Indonesia dipilih sebagai salah satu negara persinggahan karena Prancis menilai Indonesia sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

"Dan Indonesia, di kawasan Indo-Pasifik, adalah negara yang penting, sebuah keharusan. Itulah mengapa ini adalah kali kelima kami singgah di sini, karena Anda berada di pusat gravitasi kawasan ini. Ditambah lagi, sekarang Anda mengoperasikan pesawat yang sama dengan yang kami miliki, Rafale," kata Sabene.

Dalam rangkaian Misi Pegase 2026 tersebut, sejumlah jenis pesawat digunakan dengan fungsi yang berbeda.

Airbus A330 MRTT merupakan pesawat multiperan dengan kapasitas bahan bakar hingga 110 ton dan mampu mengisi bahan bakar dua pesawat tempur sekaligus di udara.

Pesawat tersebut juga mampu mengangkut hingga ratusan penumpang atau puluhan ton kargo dalam jarak sangat jauh.

Sementara itu, Airbus A400M memiliki kapasitas angkut besar yang memungkinkan pesawat tersebut mendistribusikan personel, kargo, hingga kendaraan tempur secara cepat melalui pendaratan serbu maupun penerjunan di landasan ekstrem atau minim fasilitas.

Selain menjalankan fungsi transportasi logistik, A400M juga digunakan untuk evakuasi medis, pengisian bahan bakar udara bagi helikopter, serta mendukung pasukan khusus dan pertempuran kolaboratif.

Adapun Rafale merupakan pesawat tempur multiperan yang dilengkapi sensor canggih, pembidik helm Scorpion, serta sistem pertempuran kolaboratif untuk beroperasi di lingkungan dengan ancaman tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news