Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Mengelar Pengawasan APBD (Dok: Sinta KabarMakassar).KabarMakassar.com — Pengawasan pelaksanaan APBD Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi di wilayah Tamalate, Kota Makassar, muncul isu dominan kebutuhan mendesak pembangunan sekolah menengah atas (SMA) di Kelurahan Maccini Sombala.
Kegiatan monitoring yang dihadiri ratusan warga itu menjadi forum terbuka bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari layanan dasar hingga infrastruktur. Namun, keterbatasan akses pendidikan tingkat menengah menjadi sorotan paling kuat.
“Pembangunan SMA di Maccini Sombala sangat strategis karena bisa menjangkau dua kecamatan, Mamajang dan Tamalate,” ujar Andi Rachmatika Dewi alis Cicu, Jumat (24/04) malam.
Ia menegaskan, usulan tersebut dinilai realistis karena didukung ketersediaan lahan milik pemerintah provinsi di kawasan Taman Maccini Sombala, sehingga tidak terbebani proses pembebasan lahan.
Menurutnya, kondisi saat ini memaksa warga bergantung pada sekolah di wilayah lain dengan jarak yang relatif jauh. “Ini bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di kawasan perkotaan,” katanya.
Selain pendidikan, pengawasan DPRD juga menangkap sejumlah persoalan lain yang dinilai mendesak, seperti sistem drainase yang belum optimal dan masih memicu genangan di beberapa titik, hingga keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Kami berharap ada dukungan provinsi untuk pengadaan armada, baik motor Viar, dump truck, maupun armada Tangkasaki,” tambahnya.
Dorongan percepatan regulasi juga mengemuka, terutama terkait Perda pemilahan sampah yang ditargetkan rampung sebelum pengetatan pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Warga juga mengusulkan pembangunan fasilitas TPS 3R sebagai solusi antara untuk mengurangi beban sampah sebelum masuk ke TPA.
Sementara itu, Lurah Maccini Sombala, Fuad Raking Bading, menegaskan bahwa kebutuhan SMA di wilayahnya sudah tidak bisa ditunda lagi, seiring pertumbuhan penduduk yang mencapai puluhan ribu jiwa.
“Kalau melihat jumlah penduduk, syarat pembangunan SMA sudah sangat layak,” ujarnya.
Ia menyebut, wilayahnya saat ini hanya memiliki satu sekolah dasar, tanpa dukungan SMP maupun SMA, sehingga memperkuat urgensi pembangunan fasilitas pendidikan lanjutan.
“Ini kebutuhan mendesak masyarakat. Lahan juga tersedia dan sangat memungkinkan untuk segera direalisasikan,” tukasnya.
Sementara itu, Lurah Macini Sombala Fuad Raking Bading menuturkan usulan pembangunan SMA di wilayahnya merupakan kebutuhan yang mendesak.
Menurutnya, jumlah penduduk yang mencapai 24.848 jiwa per Maret 2026 menjadi dasar kuat pengajuan tersebut.
“Saya menilai syarat pembangunan SMA sudah terpenuhi. Apalagi jika didukung kelurahan sekitar seperti Tamalanrea dan Sambung Jawa yang dapat menjadi wilayah penyangga,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa lokasi yang diusulkan berada di lahan milik Pemerintah Provinsi yang masih sangat memungkinkan untuk pembangunan sekolah.
“Lahan di RW 06 Maccini Sombala masih luas, saat ini digunakan untuk kebun dan Taman Maccini Sombala, tetapi sangat memungkinkan untuk pembangunan SMA,” tambahnya.
Keterbatasan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. “Kami hanya memiliki satu SD, sementara SMP dan SMA belum ada. Ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” pungkasnya.


















































