
Program pendampingan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) bersama Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta di Kalurahan Bimomartani, Sleman, melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2026 mulai menunjukkan hasil positif./ Ist
Pendampingan UTY dan Instiper Dorong Kampung Wisata Bimomartani Dikenal Wisatawan Nasional dan Internasional
SLEMAN — Program pendampingan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) bersama Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta di Kalurahan Bimomartani, Sleman, melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2026 mulai menunjukkan hasil positif.
Kampung Wisata Bimomartani semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat dan telah menerima kunjungan wisatawan nasional maupun internasional.
Program yang dipimpin Joko Sutopo, Ph.D., tersebut berfokus pada penguatan tata kelola, pengembangan paket wisata, promosi destinasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Pengembangan dilakukan dengan mengoptimalkan potensi alam, budaya, kuliner, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
.jpg)
Salah satu kunjungan internasional berasal dari Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM). Mahasiswa dan dosen UPNM berkunjung ke Bimomartani dan mengikuti berbagai aktivitas wisata dan budaya, termasuk mengenal serta memainkan gamelan bersama kelompok kesenian masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata Bimomartani kepada wisatawan mancanegara.
Kampung Wisata Bimomartani juga menerima kunjungan wisatawan domestik, salah satunya dari MA Shirathul Ulum, Pati, Jawa Tengah. Sebanyak 165 siswa dan guru pendamping datang menggunakan tiga bus pariwisata dan satu armada Hiace.
Kunjungan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya Bimomartani sebagai destinasi wisata edukasi berbasis potensi lokal.
Berbagai kunjungan diisi dengan aktivitas susur dan tracking jalur ekowisata, pertunjukan gamelan, kuliner tradisional, serta kegiatan sosial bersama masyarakat.
Paket wisata juga dikembangkan melalui tracking wisata, Susur Goa Tomenggolo, kegiatan outbound, menginap di homestay yang dikelola masyarakat, serta senam pagi di kawasan Embung Bimomartani.

Ragam kegiatan tersebut memberikan pengalaman wisata yang memadukan unsur alam, budaya, edukasi, dan interaksi langsung dengan kehidupan masyarakat perdesaan.
Memasuki tahun ketiga, pendampingan difokuskan pada penguatan keberlanjutan ekowisata tangguh bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan tata kelola Pokdarwis Bimo Pandowo, pengembangan paket wisata, pemasaran digital, integrasi UMKM, serta penguatan kapasitas KSB Bimosakti.
Program juga mencakup pemeliharaan Early Warning System (EWS), pengelolaan logistik kebencanaan, serta pelatihan dan simulasi mitigasi bencana.
Meningkatnya kunjungan wisatawan nasional dan internasional menjadi salah satu indikasi berkembangnya daya tarik Kampung Wisata Bimomartani.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, Pokdarwis, KSB, UMKM, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat Bimomartani sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang edukatif, aman, tangguh bencana, dan berkelanjutan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
7

















































