Gunung Arjuno-Welirang Ditutup, Pendaki Bisa Reschedule Tiket

4 hours ago 6

Jumali

Jumali Rabu, 19 Agustus 2026 13:27 WIB

Gunung Arjuno-Welirang Ditutup, Pendaki Bisa Reschedule Tiket

Araip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Ananto Pradana\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Arjuno-Welirang melalui Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur, resmi ditutup sementara mulai Rabu (19/8/2026). Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan yang melanda kawasan konservasi tersebut dan berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.

Pengumuman penutupan disampaikan melalui akun Instagram resmi UPT Tahura Raden Soerjo. Hingga saat ini, pengelola belum menetapkan jadwal pembukaan kembali jalur pendakian karena proses penanganan kebakaran masih berlangsung.

"Keselamatan Anda dan kelestarian alam adalah prioritas utama kami. Mari bersama-sama berdoa agar kondisi segera kondusif dan kawasan hutan Tahura Raden Soerjo pulih kembali," tulis pengelola dalam pengumuman resminya di akun Instagram resmi UPT Tahura Raden Soerjo, @tahuraradensoerjo.official. 

Kebakaran Kembali Ancam Kawasan Arjuno-Welirang

Penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi pendaki sekaligus mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan.

Kawasan Gunung Arjuno-Welirang memang memiliki riwayat kebakaran yang cukup panjang, terutama saat musim kemarau. Vegetasi yang mengering membuat kawasan pegunungan lebih rentan terhadap kebakaran, terlebih ketika disertai angin kencang.

Pada 2023, kebakaran besar pernah menghanguskan sekitar 4.796 hektare lahan dan hutan di kawasan Arjuno-Welirang. Sementara pada 2019, kebakaran juga melanda area pegunungan tersebut dan membakar sekitar 300 hektare lahan.

Kondisi geografis yang didominasi lereng curam dan medan terjal menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Petugas sering kali kesulitan menjangkau titik api yang berada di lokasi terpencil.

Selain itu, hembusan angin di kawasan pegunungan dapat mempercepat penyebaran api sehingga risiko kebakaran meluas menjadi lebih besar.

Pendaki Bisa Ajukan Reschedule

Bagi calon pendaki yang telah membeli tiket atau memiliki jadwal pendakian dalam waktu dekat, pengelola memberikan opsi penjadwalan ulang tanpa harus kehilangan kesempatan mendaki.

Pengajuan reschedule dapat dilakukan setelah jalur pendakian kembali dibuka untuk umum.

Pendaki diminta menghubungi admin melalui layanan WhatsApp dengan menyertakan nomor invoice dan tanggal pendakian baru yang diinginkan.

Jadwal pengganti nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan kuota pendakian pada tanggal yang dipilih.

Pengelola juga memberikan masa berlaku penjadwalan ulang hingga satu tahun sejak jalur pendakian kembali dibuka.

Cara Mengajukan Reschedule

Berikut ketentuan yang disampaikan pengelola Tahura Raden Soerjo:

  • Reschedule dilakukan setelah jalur pendakian dibuka kembali.
  • Pendaki menghubungi admin melalui WhatsApp 0851-5657-9564.
  • Pengajuan dilakukan melalui pesan teks.
  • Sertakan nomor invoice dan tanggal pendakian baru yang diinginkan.
  • Jadwal baru akan menyesuaikan ketersediaan kuota.
  • Masa berlaku reschedule hingga satu tahun sejak pembukaan kembali jalur pendakian.

Pendaki Diminta Tidak Memaksakan Diri

Pengelola mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan penutupan sementara tersebut.

Selain berisiko terhadap keselamatan, aktivitas pendakian saat kebakaran masih berlangsung dapat menghambat proses pemadaman yang dilakukan petugas di lapangan.

Kehadiran pendaki di area terdampak juga berpotensi menambah risiko kecelakaan akibat asap, api, maupun kondisi jalur yang tidak aman.

Karena itu, calon pendaki disarankan menunda perjalanan hingga pengelola menyatakan kawasan benar-benar aman untuk dikunjungi kembali.

Pantau Informasi Resmi

Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terbaru terkait kebakaran maupun pembukaan kembali jalur pendakian disarankan memantau informasi dari kanal resmi pengelola.

Informasi terbaru akan disampaikan melalui akun media sosial resmi Tahura Raden Soerjo maupun layanan kontak yang telah disediakan.

Penutupan sementara ini diharapkan memberikan ruang bagi petugas untuk mengendalikan kebakaran serta memulihkan ekosistem hutan yang terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news