Pembenahan ruas jalan strategis di Kabupaten Bulukumba (Dok: Ist)
KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan peningkatan kualitas infrastruktur pada ruas jalan Tanaberu-Tanete dan Sinjai-Kajang di Kabupaten Bulukumba. Kedua ruas tersebut menjadi bagian dari Paket 1 Multiyears Project (MYP) dengan total nilai proyek mencapai sekitar Rp430,7 miliar.
Saat ini, pekerjaan yang berlangsung di lapangan meliputi penyelesaian bahu jalan dan overlay aspal sebagai upaya meningkatkan kondisi jalan provinsi yang menghubungkan wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan alokasi anggaran yang digelontorkan khusus untuk penanganan ruas jalan di Kabupaten Bulukumba diperkirakan mencapai Rp40 miliar hingga Rp50 miliar.
Menurutnya, ruas Tanaberu-Tanete dan Sinjai-Kajang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi barang antardaerah.
“Ruas Tanete-Tanaberu menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan pesisir Bulukumba. Ruas Sinjai-Kajang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan dua kabupaten dan selama ini menjadi harapan masyarakat untuk diperbaiki secara menyeluruh,” ucapnya, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan, kedua ruas tersebut merupakan jalan berstatus provinsi yang selama ini ditangani secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah pekerjaan sebelumnya juga telah dilakukan, termasuk pembangunan dan peresmian jembatan pada jalur yang sama.
Andi Sudirman menilai keberadaan jalan yang memadai sangat penting untuk memperkuat konektivitas antara Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai. Perbaikan jalan juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah tersebut.
“Dua ruas ini merupakan jalan strategis dan alternatif penghubung Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang telah lama menjadi harapan masyarakat untuk diperbaiki. Pemerintah Provinsi terus melakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap,” ujar Andi Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah daerah melalui skema MYP.
Di sisi lain, pelaksanaan pekerjaan menyebabkan sejumlah gangguan akses lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung. Kondisi tersebut terutama dirasakan pengguna jalan yang melintasi lokasi proyek setiap hari.
Karena itu, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mendukung pelaksanaan proyek tersebut meski harus menghadapi keterbatasan akses sementara waktu.
“Terima kasih atas dukungan warga dan semua pihak. Kami juga memohon maaf atas hambatan akses yang terjadi karena kegiatan perbaikan jalan ini. Insya Allah hasilnya nanti akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Peningkatan ruas Tanaberu-Tanete dan Sinjai-Kajang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkabupaten, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Sulawesi Selatan.


















































