Plaza UNY yang berada di Kompleks kmpus UNY Wates. - TikTok.
Harianjogja.com, KULONPROGO— Rencana pemindahan Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates ke Gunungkidul resmi ditunda, menyusul pertimbangan kualitas layanan akademik serta kebutuhan sinergi dengan Pemkab Kulonprogo.
Keputusan ini diambil setelah jajaran rektorat mengevaluasi berbagai aspek, termasuk aspirasi masyarakat dan kesiapan layanan pendidikan bagi mahasiswa yang saat ini masih aktif di Kampus Wates.
Kepala Kantor Humas dan Protokol Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Basikin, membenarkan penundaan tersebut. Ia menyebut, hasil Rapat Pimpinan terbaru memutuskan relokasi program studi belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Berdasarkan Rapat Pimpinan Senin lalu, dan mendengarkan aspirasi masyarakat, pemindahan prodi-prodi ekonomi terapan dan teknik terapan dari Kulonprogo ke Gunungkidul akan ditunda. Penundaannya belum ditentukan waktunya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Ia memastikan, seluruh aktivitas akademik di Kampus UNY Wates tetap berjalan normal pada tahun ini tanpa ada perpindahan. Keputusan ini juga mempertimbangkan kekhawatiran terhadap potensi penurunan kualitas layanan jika pemindahan dilakukan dalam waktu dekat.
Basikin menegaskan, langkah penundaan diambil demi menjaga mutu layanan pendidikan agar tetap optimal bagi mahasiswa. Selain itu, rencana pemindahan ke depan masih bersifat dinamis dan terbuka untuk berbagai kemungkinan.
Menurutnya, keberlanjutan Kampus UNY Wates sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Ia menilai, jika dukungan tersebut kuat, maka rencana pemindahan bisa saja dibatalkan sepenuhnya.
“Tapi saya kira ini dinamis karena kemarin Bu My Esti (anggota DPR bidang pendidikan) menyampaikan aspirasi untuk tidak dipindah. Artinya UNY memang perlu dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Kulonprogo dalam hal ini,” ungkapnya.
Ke depan, Kampus UNY Wates dirancang menjadi sport education center of excellence yang berpotensi memberikan dampak luas, baik bagi dunia pendidikan maupun perekonomian daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, UNY membutuhkan tambahan lahan serta fasilitas pendukung guna menunjang pengembangan program studi dan sarana olahraga.
“Salah satunya adalah lahan untuk pengembangan kampus. UNY memerlukan lahan yang lebih luas untuk dapat mengembangkan prodi-prodi dengan kualitas layanan yang baik,” tegasnya.
Basikin menambahkan, pengembangan pusat pendidikan olahraga akan diikuti peningkatan fasilitas, sehingga dukungan hibah lahan dari Pemkab Kulonprogo menjadi faktor penting. Ia mencontohkan dukungan serupa yang diberikan Pemkab Purworejo berupa hibah lahan sekitar 10 hektare.
“Kebutuhan pengembangan sport education center of excellence sudah mendesak bagi UNY,” tutur Basikin.
Ia menjelaskan, pengelolaan hibah lahan tetap berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Pengembangan Kampus UNY Wates ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
“UNY berkomitmen meningkatkan dan memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas,” ucap Basikin.
Selain aspek pendidikan, keberadaan Kampus UNY Wates juga dinilai memiliki dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 3.500 mahasiswa beraktivitas di kampus tersebut dan turut menggerakkan ekonomi lokal.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menegaskan agar Kampus UNY Wates tidak dipindahkan. Ia mendorong Pemkab Kulonprogo untuk melakukan komunikasi intensif guna memahami alasan rencana relokasi tersebut.
“Pemindahan ini menyangkut hal banyak terkait kos-kosan, saya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi agar tetap di Wates,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD DIY, Fajar Gegana, yang menilai perlunya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kampus. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci agar Kampus UNY Wates dapat berkembang optimal.
“Tentunya kerja sama ini harus dibangun tidak hanya UNY tetapi universitas yang lain harus membangun kerja sama. Hal-hal seperti ini Pemkab harus jadi support system,” tandasnya, sembari menekankan pentingnya sinergi lintas pihak dalam pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

1 day ago
7

















































